
Tebuireng.online- Pesantren Sains Tebuireng Jombok menggelar apel bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” kegiatan berlangsung di lapangan pesantren pada Rabu (22/10/2025) pagi, pukul 06.30 hingga 07.30 WIB.
Apel ini diikuti oleh seluruh santri, dewan guru, pembina asrama, kepala pondok, serta seluruh civitas akademika Pesantren Sains Tebuireng Jombok. Kegiatan tersebut menjadi simbol cinta tanah air sekaligus bentuk nyata dalam mempertahankan tradisi kesantrian yang berakar pada semangat perjuangan para ulama.
Dalam amanatnya, H. Muhammad Hasyim Asy’ari, dzurriyah Pesantren Seblak dan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menekankan pentingnya menggali kembali semangat resolusi jihad di masa kini.
“Revolusi jihad adalah momentum untuk menggali spirit resolusi jihad masa kini,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan sejarah dicetuskannya resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari setelah menerima utusan dari Presiden Soekarno.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan mengapa peringatan ini dinamakan Hari Santri, bukan Hari Kiai. Santri, menurutnya, adalah representasi semangat perjuangan. “Kiai pasti berjiwa santri, tetapi santri belum tentu menjadi kiai. Namun santri bisa menjadi pengusaha, ilmuwan, atau tokoh masyarakat selama tetap berjiwa santri,” tuturnya, menegaskan bahwa semangat kesantrian harus dibawa ke setiap profesi.
H. Muhammad Hasyim Asy’ari juga menegaskan bahwa jihad masa kini tidak lagi dengan senjata, melainkan melalui ilmu pengetahuan dan ketekunan belajar. Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 69 yang bermakna bahwa Allah akan menunjukkan jalan-Nya kepada orang-orang yang berjihad di jalan-Nya.
“Jihad kita hari ini adalah jihad ilmu dan amal, berjuang melawan hawa nafsu, serta menjadi santri yang memiliki himmah (semangat) yang kuat dalam belajar,” pungkasnya.
Apel di Pesantren Sains Tebuireng Jombok berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme, menandai tekad santri untuk terus menjaga nilai-nilai kesantrian sebagai kekuatan moral dalam mengawal kemerdekaan dan peradaban bangsa.

Pewarta: Alfiya Hanafiyah
Editor: Muh. Sutan


















