
Tebuireng.online— Bertepatan malam Jum’at (18/9/2025), mahasantri di asrama Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Nabi Pungkasan sesuai Panduan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab An-Nur Al-Mubin fii Mahabbati Sayyidil Mursalin”. Acara yang dihadiri oleh mahasantri dan dewan asatidz ini menghadirkan pembicara utama, Ustadz Syukron Ma’mun, Lc., MA., yang menyampaikan tausiyah penuh hikmah dan keteladanan.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya disiplin dalam mengaji sebagai salah satu bekal utama bagi para mahasantri. Dengan mengutip pesan;
“كن شببا نشيط ولا تكن شببا كسلا”
(Jadilah pemuda yang giat, jangan menjadi pemuda yang malas).
Dalam hal ini, Ustadz Syukron mengingatkan bahwa mahasantri Ma’had Aly adalah calon pemimpin masyarakat yang harus benar-benar alim, berilmu, dan memiliki akhlak mulia.
Baca Juga: Menggali Pemikiran Hadratussyaikh, Mahasantri Sabet Juara 2 MQK Nasional
“Karena itu, setiap kesempatan pengajian yang telah disediakan oleh Pondok Pesantren Tebuireng harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengasah diri,” terangnya.
Dosen Ma’had Aly Hasyim Asy’ari itu, menegaskan bahwa sangatlah keliru apabila seorang santri lebih mengutamakan kegiatan di luar pesantren yang tidak bermanfaat daripada memperkokoh keilmuan dan ibadah di dalam lingkungan pesantren.
“Para santri harus memperbanyak membaca sholawat, karena sholawat merupakan wasilah taubat untuk menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan. Terlebih jika diamalkan pada malam Jum’at yang disebut sayyidul ayyam (rajanya hari), maka akan semakin besar keberkahannya,” pesannya mendalam.
Lebih jauh, Ustadz Syukron menegaskan bahwa iman kepada Nabi Muhammad SAW adalah wajib, dengan cara membenarkan semua yang beliau sampaikan, ajarkan, dan lakukan, karena semuanya bersumber dari Allah SWT.
“Dengan demikian, mentaati Rasulullah berarti juga mentaati Allah. Makna taat menurut beliau adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Inilah fondasi yang harus terus dijaga oleh setiap mukallaf, terlebih bagi mahasantri yang sedang menempuh jalan ilmu,” terangnya.
Baca Juga: Telaah Pemikiran KH. Hasyim Asy‘ari tentang Maulid Nabi
Dalam suasana yang penuh khidmat itu, pria yang juga merupakan bagian penting di Ma’had Aly Yusuf Masyhar itu, juga menggambarkan bagaimana para sahabat Nabi ketika mendengar nama Rasulullah disebut, mereka merinding, menangis, dan hatinya begitu khusyuk.
“Sikap yang sama juga diwariskan oleh para tabi’in yang senantiasa menganggap seakan-akan Rasulullah hadir dalam setiap majelis ilmu dan dzikir mereka. Hal ini menjadi teladan agung bagi para santri agar senantiasa menjaga adab ketika nama Nabi disebut dan saat membaca sholawat,” ceritanya di hadapan mahasantri.
Beliau menambahkan, membaca sholawat hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan, mengenakan pakaian terbaik, serta menjaga etika dan adab lahir batin. Dengan begitu, sholawat bukan hanya menjadi lantunan lisan, tetapi juga pancaran hati yang penuh cinta kepada Rasulullah.
Baca Juga: Pesan untuk Santri Kelas Akhir, Kiai Mukhtar: Lulus Husnul Khotimah
Acara peringatan Maulid Nabi ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diiringi bacaan sholawat, doa, dan refleksi bersama. Harapan besar disampaikan agar para mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng semakin istikamah dalam tholabul ilmi, meneladani Rasulullah, dan mengamalkan panduan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari sebagaimana tertuang dalam kitab An-Nur Al-Mubin fii Mahabbati Sayyidil Mursalin.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Rara Zarary


















