10 Mutiara yang Diambil Malaikat Jibril

Oleh : KH. Fahmi Amrullah Hadzik*

اَلْحَمْدُ لِلّهِ . نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ . وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَ اَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّابَعْدُهُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَي اللهِ . اِتَّقُوْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Haqqa tuqaatih, dengan sebenar-benar takwa. Menjalankan perintah, meninggalkan larangan-Nya, dan janganlah sekali-kali kita meninggalkan dunia ini kecuali dengan beragama Islam dan khusnul khatimah.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Di dalam Nurul Absor diceritakan suatu saat dalam kondisi sakit, baginda Rasulullah Saw., bertanya kepada malaikat Jibril, “Wahai Jibril, akankah engkau masih turun ke bumi setelah aku tiada?”

Mendengar pertanyaan Baginda nabi, dengan santun malaikat Jibril manjawab, “Masih, Ya Rasulullah. Aku masih akan turun ke bumi untuk mengambil 10 mutiara peninggalanmu.”

Mendengar jawaban Jibril, Baginda bertanya kembali, “Apa 10 mutiara yang kau ambil itu?”

Kemudian malaikat Jibril menjelaskan satu persatu. Al-awwal arfa’u al-barakah min al-ardhi, aku akan mengangkat barokah dari bumi. Barokah itu adalah ziyadatul khair, bertambah kebaikan. Ketika barakah diangkat dari bumi maka kemudian yang akan terjadi, hilang keberkahan semua.

Hilang keberkahan pada rizki, sehingga orang pada mengeluh dari apa yang diterimanya, padahal sesungguhnya ketika rizki barakah pasti akan mencukupi. Hilanglah barakah dari ilmu, sehingga banyak orang yang berilmu dengan gelar berderet-deret tapi tidak menambah ke-tawadhu’-an, justru menambah ketakaburan kesombongan merasa diri paling benar . Ini karena keberkahan diangkat dari ilmunya.

Mutiara kedua yang diambil dari malaikat Jibril . Arfa’u al-mahabbah min qulubi al-khalqi, aku akan mengangkat rasa cinta di hati manusia. Ketika mahabbah, rasa cinta pada manusia itu sudah diambil, jadilah manusia itu banyak yang  saling memusuhi , saling  curiga, saling menyalahkan. Antara suku ini dan suku itu. Mereka saling berperang, karena rasa cinta diambil dari hati mereka.

Mutiara yang ketiga, yang akan diambil oleh malaikat Jibril. Arfa’u al-syafaqota min qulubi al-aqorib, aku akan mengangkat kasih sayang dari hati keluarga-keluarga, kerabat-kerabat. Sehingga ketika kasih sayang ini diangkat dari para kerabat, maka kekeluargaan diantara mereka semakin menipis, dan lama-lama akan menjadi hilang. Orang tua mencampakkan anaknya, anak menuntut orang tuanya. Bahkan karena perkara-perkara sepele, tidak jarang diantara mereka saling bunuh karena kasih sayang telah diangkat dari hati mereka.

Mutiara keempat yang diangkat oleh malaikat Jibril. Arfa’u al-‘adl min al-umara, aku akan mengangkat keadailan dari hati para pemimpin. Ketika keadilan ini sudah diangkat dari hati pemimpin, maka terjadilah kemudian ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Ketidakadilan di bidang ekonomi, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Fasilitas yang dibangun dengan biaya mahal, namun hanya dinikmati oleh segelintir orang. Ketimpangan di bidang  politik, ketimpangan dibidang hukum. Sehingga hukum diterapkan tidak seimbang, tajam ke bawah tumpul ke atas. Kenapa? Karena keadilan telah diangkat diambil dari hati para pemimpin.

Mutiara yang kelima, kata malaikat Jibril. Arfa’u al-haya min an-nisa’, aku akan mengangkat rasa malu pada wanita-wanita. Ketika rasa malu ini sudah diangkat, jadilah kemudian wanita-wanita itu tidak punya malu lagi mengumbar-umbar aurat di mata umum. Bahkan kemaksiatan mereka tidak malu lagi untuk disebar-sebarkan, kenapa demikian? Karena rasa malu sudah diangkat dari hati mereka. Padahal sesungguhnya al-hayya’u min al-iman, rasa malu sebagian dari iman. Ketika seseorang tidak punya rasa malu lagi, bisa jadi, iman telah hilang dari hati mereka. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Mutiara keenam yang akan diambil diangkat oleh malaikat Jibril. Arfa’u al-shabra min al-fuqara, aku akan mengangkat kesabaran dari orang-orang faqir, orang-orang miskin. Ketika kesabaran ini sudah diangkat dari hati mereka, jadilah mereka tidak bisa menerima ujian Allah dari kefaqiran dan kemiskinan  itu. Sehingga mereka dengan cara apapun mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tidak berpikir apakah ini baik, ataukah itu buruk. Mereka tidak berpikir apakah ini halal atau haram. Bagi mereka, asalkan kebutuhan hidupku tercukupi, persetan dengan semuanya, karena kesabaran telah diangkat dari hati mereka.

🤔  Kepemimpinan yang Baik

Jama’ah jum’ah rahimakumullah

Mutiara ketujuh yang akan diambil oleh malaikat Jibril. Arfa’u wara’a wa zuhda min al-Ulama, aku akan mengangkat sifat wara’ dan zuhud dari para ulama. Wara’ adalah sifat kehatian-hatian dari barang yang syubhat, apalagi barang yang haram. Sementara zuhud adalah sifat tidak mementingkan dunia. Sehingga ketika sifat wara’ dan zuhud ini diangkat dari para ulama, mereka tidak segan-segan berebut dunia , tahta, kuasa. Padahal dalam al-Qur’an, ukuran ulama;

إنما يخشى الله من عباده العلماء

“Sesungguhnya yang paling takut dengan Allah diantara hamba-hamba-Nya itu adalah Ulama.”

Takutnya kepada Allah. Ulama tidak boleh takut “tidak menjadi ini dan itu”. Penting jika sifat zuhud dan wara’ ini masih ada di hati mereka. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari ini pernah ditawari jabatan, beliau selalu menolak. Bahka konon yang ditawari menjadi presiden itu Hadratussyaikh, tetapi dengan santun beliau menolak tidak berkenan. Karena sifat wara’ dan zuhud beliau.

Jama’ah jum’ah rahimakumullah

Mutiara kedelapan yang akan diambil oleh malaikat Jibril. Arfa’u al-syakha min al-aghniya, aku akan mengangkat sifat dermawan dari orang-orang kaya. Sehingga ketika kedermawanan ini diangkat dari orang kaya, maka mereka akan mengambil hartanya tanpa peduli siapa yang ada di sekitarnya. Tanpa peduli ada orang yang memerlukan pertolongannya. Bagi mereka tidak penting, karena dermawanan sudah diangkat dihati orang-orang kaya.

Mutiara kesembilan yang akan diangkat oleh malaikat Jibril. Arfa’u al-Qur’an, aku akan mengangkat al-Quran. Yang diangkat adalah ruh al-Quran itu, sehingga al-Quran hanya menjadi sekedar tulisan yang dibaca tanpa ada makna, tanpa ada pengamalan, karena ruhnya sudah dicabut. Sehingga Al-Quran tidak lagi menjadi panduan hidup bagi seorang muslim.

Suatu saat baginda nabi bersabda;

سيأتي زمانٌ على أمتي لا يبقى من الإسلام إلا اسمه، ومن الإيمان إلا رسمه، ومن القرآن إلا حرفه…ألخ

“Kelak akan datang suatu zaman dimana tidak akan tersisa Islam kecuali namanya, iman kecuali hanya tulisannya, al-Quran kecuali hanya hurufnya.”

Artinya al-Quran kelak tinggal nama. Kita mungkin beragama Islam tapi masjid-masjid kosong. Al-Quran dibaca tapi tidak ada makna, tidak ada pengamalan. Semoga kita dihindarkan dari zaman yang demikian ini.

Dan mutiara yang terakhir yang akan diangkat oleh malaikat Jibril. Arfa’u al-iman,aku akan mengangkat iman dari hati manusia. Inilah mutiara yang paling berharga dari sembilan mutiara yang lain. Ketika mutiara ini sudah diangkat oleh malaikat Jibril jadilah banyak orang yang akhir hidupnya dalam keadaan kufur. Naudzubillah tsumma naudzubillah

Jama’ah jum’ah rahimakumullah

Sepuluh mutiara ini sangatlah berharga. Hendaklah kita menjaganya dengan baik. Semoga kita tidak mengalami hal yang demikian.  Bagaimanapun yang didawuhkan, itu pasti benar. Apakah kita sudah merasakan zaman yang demikian ini? Maka semuanya kembali kepada kita. Kitalah yang menentukan kehidupan kita. Semoga bermanfaat.  

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْمَنَّانِ وَبِالْقَوْلِ يَهْتَدُ الْمُرْتَضُوْنَ . مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسآءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيْدِ . بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأٓيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِوَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَاسْتَغْفِرُوْا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Pentraskip: Seto Galih