Gus Sholah dan Prof. Quraish Shihab saling bertukar buku di acara diskusi terbuka tafsir Quran di Pesantren Tebuireng, Senin (26/12/2016)

tebuireng.online—Menyambut datangnya tamu besar yakni Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA, Pesantren Tebuireng menggelar diskusi terbuka dengan tema “Pengembangan Studi Al Quran dan Tafsir di Pesantren Al Quran di Jawa Timur”. Diskusi terbuka sebagai forum silaturrahim ini mendatangkan para ulama, kiai, dan pengajar Al Quran se-Jawa Timur, Senin (26/12/16).

Dr. Muhlis Hanafi sebagai perwakilan dari Pusat Studi Al Quran menyampaikan bahwa maksud dari kunjungan Quraish Shihab ke Pesantren Tebuireng merupakan rangkaian perjalanan selama tiga hari, yang di mulai dari Semarang, Rembang, Sarang, dan terakhir di Jombang. Kunjungan ini semula merupakan kunjungan keluarga. Beliau ingin mengajak anak cucu beliau berkunjung dan bersilaturrahim kepada para sahabat, dan juga silaturrahim mohon doa kepada para masyayih yang ada di pesantren-pesantren di Jawa.

Pendiri Pusat Studi Al Quran tersebut ingin mengajarkan kepada anak dan cucunya walaupun selama ini di tengah keluarga dan di tengah Pusat Studi Al Quran, beliau selalu menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan keberkahan, terutama kita mengabdikan diri kepada Al Quran, beliau juga menerapkan pentingnya silaturrahim. “Dalam kesempatan tiga hari ini, beliau ingin mengajak kami, baik anak-anak biologis maupun anak-anak ideologis beliau untuk terlibat langsung, berinteraksi dengan para masyayih dan ulama, yang mengembangakan nilai-nilai keislaman dengan penuh keikhlasan dan keberkahan,” tutur Muhlis

Berawal dari kunjungan keluarga, lanjut Muhlis, Pusat Studi Al Quran (Lembaga Pusat Studi Al Quran yang didirikan Prof. Quraish Shihab sejak 2004) mengusulkan agar kunjungan keluarga ini dikembangkan menjadi lebih bernuansa dan bersifat silaturrahim.

Di sambut hangat oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid, dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran pakar tafsir Al Quran tersebut bersama keluarga. KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) juga melaporkan terkait perkembangan Tebuireng yang sudah memiliki banyak unit pendidikan, bahkan sudah buka cabang di luar Jawa. “Kami juga sudah memberanikan diri membangun pesantren kecil-kecil di beberapa kota di luar Jawa, kami kirim ustadz ustadzah ke sana dan juga kami bantu pembangunannya sekedarnya. Di Riau, Sumatra Utara, Cianjur, Banten, yang dibangun oleh alumni-alumni Tebuireng. Alhamdulillah” papar Gus Sholah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dimoderatori oleh Dr. Muhlis Hanafi, dalam dialognya Quraish Shihab menyampaikan pandangannya mengenai pengembangan pemahaman Al Quran yang moderat, toleran, dan mendamaikan. Serta bagaimana mengembangkan studi Al Quran di tengah konflik, pantangan, dan ancama di era digital, pandangan ekstrim, radikal, dan lain sebagainya. Mengingat pesantren sebagai simbol pengembangan pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran.


Pewarta:          Aulia Rahmah

Editor:             Farha Kamalia

Publisher:        Farha K.