tebuireng.online – Sekolah Dasar Islam Tebuireng Ir.Sooedigno ( SDI Tebuireng Ir Soedigno) Kesamben adakan pembekalan murid baru ajaran 2014/2015 dengan nama Pekan Budiman. Pekan Budiman ini berlangsung mulai senin 23 Juni 2014 hingga Jumat 27 Juni 2014 diikuti murid baru sejumlah 44 anak, nantinya kelas 1 SD akan dibagi menjadi 2 kelas.

Mudhfar Ma’ruf selaku kepala sekolah SDI Tebuireng Ir.Soedigno menyatakan “Taaruf Pekan Budiman ini merupakan sosialisasi cita-cita dan program sekolah dengan motto Sekolah Benar dan Pintar dengan memberikan pelayanan sekolah yang baik dan terjangkau untuk masyarakat”.

“Animo orang tua atau wali murid sangat tinggi di Kesamben, 44 siswa siswi masuk ajaran baru yang semula di tahun sebelumnya hanya 9 siswa/i. Ini di luar perkiraan kami” imbuhnya. Menurut salah satu wali murid, Nurul Ummah mengaku senang dan bangga anaknya bisa menjadi bagian dari SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben.

Pekan budiman SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben berisi mulai dari Pembukaan Pekan budiman di hari pertama. Di hari ke dua, peserta didik baru diminta membuat yel-yel penyemangat yang dibantu oleh wali murid dan diajari murottal al quran. Di hari ke-tiga, diadakan creative work performance yakni penampilan kreasi kelompok yang dan pembelajaran tata krama adab al mutaliim dengan didampingi bapak ibu guru SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben. Di hari ke-empat anak didik diajak untuk tadabbur alam dengan tema adventure, petualangan alam. Di hari terakhir, dilakukan gerakan penanaman pohon dan bunga untuk mengenalkan kecintaan kepada alam ciptaan Sang Khaliq.

SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben berdiri pada tahun 2013 di atas tanah Wakaf dari Almarhum Bapak Ir Soedigno. SDI ini bertujuan untuk membentuk kader beriman, berilmu dan berakhlaq dengan lembaga pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. SDI Tebuireng Ir Soedigno ini didukung oleh 4 tenaga pendidik dan 1 Kepala sekolah. Harapannya SDI Tebuireng Ir. Soedigno Kesamben membuka paradigma baru konsep sekolah dasar yang asyik menyatu dengan alam, benar dan pintar. (lutfi)

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaPelajar NU Ngoro Jombang Belajar Kerajinan Tangan
BerikutnyaJelang Pilpres 2014, Pesantren Tebuireng Tetap Netral