Sumber: Pewarta

Tebuireng.online— Sejarah menjadi hal yang penting untuk diketahui oleh generasi muda bangsa, termasuk santri, karena santri dan kiai telah ikut serta mendirikan bangsa serta merawat persatuan dan kesatuan NKRI.

“Sejarah merupakan sesuatu hal yang penting. Kita mempelahari sejarah adalah hal penting, ada hal yang paling penting adalah mengukir sejarah. Mudah-mudahan santri Tebuireng bisa mengukir sejarah untuk bangsa,” ujar Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ustadz Iskandar dalam sambutan acara Refleksi Kemerdekaan pada Kamis (17/08/2018).

Kali ini, pengurus mengundang seorang veteran tentara dan pejuang kemerdekaan, Budi Siswono alias Muhammad Samiun alias Syamsul Hadi alias Syamsun. (Ada empat nama, dikarenakan beliau lupa mana nama aslinya). Ia yang lahir di Jombang pada 1935 itu mulai berjuang pada tahun 1940. Pada 1943 itu diajak orangtuamya pindah ke Jember.

Ia bercerita, waktu dulu pendidikan sangat susah, apalagi bukan anak Belanda atau bangsawan, sehingga ekonomi rakyat rendah.”Pada waktu zaman Jepang, saya sekolah mencari Yuyu (red. kepiting air tawar) dan disuruh untuk berdagang. Ketika sekolah saya sudag belajar perang,” tambah veteran yang juga ikut berjuang pada 10 November 1945 di Surabaya itu.

Pria yang ikut menumpas G30S/PKI itu menjelaskan bahwa, pondok memiliki kontribusi besar sekali terhadap kemerdekaan bangsa ini. Untuk itu ia berpesan agar santri bisa meneruskan perjuangan itu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Jangan mengharapkan apa yang kita dapat dari negara, tapi apa yang akan kita berikan buat bangsa ini,” ucapnya. Ia juga berpesan agar santri tidak melupakan sejarah perjuangan dan sejarah berdirinya bangsa ini. “Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah),” pungkasnya.


Pewarta: Ari Setiawan

Editor/Publisher: Muh Sutan

SebelumnyaDoa Kemerdekaan, Santri Tebuireng Bacakan Istighosah
BerikutnyaMahasiswa Unhasy Raih 3 Piala MTQ Regional