image

Ribuan santri Tebuireng melaksanakan sholat ghaib dan doa bersama yang ditujukan untuk korban bencana di Indonesia, Senin (3/2/2014). Acara ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian santri kepada korban bencana di beberapa daerah termasuk korban longsor di Jombang dan letusan gunung Sinabung beberapa hari lalu.

Bertepatan dengan hari pelantikan Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) ranting Tebuireng pemuda IPNU mengajak semua santri untuk turut peduli kepada sahabat sebangsa.

Sholat ghaib dilaksanakan setelah sholat maghrib dan sejurus kemudian langsung membacakan istighosah secara serentak. Dipimpin oleh Ustadz Su’udi, kepala Madrasah Muallimin Tebuireng sholat dilaksanakan dengan khusyuk.

Dalam pengantarnya Ustadz Su’udi berhasil mengajak seluruh santri untuk bersama-sama menumbuhkan jiwa kepedulian kepada sesama. Tak pelak sholat ghaib yang biasanya dilaksanakan dengan sedikit peserta, kini seluruh santri mengikuti.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Semntara itu saat misibah tanah longsor di Dusun Kopen Desa Rimbi Bareng, Jombang, Jatim terjadi pada  Selasa (28/1/2014) Pesantren Tebuireng melalui Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) telah datang memberikan bantuan untuk para korban. Tim Respon Cepat LSPT bergegas menuju lokasi bencana untuk memberikan bantuan bahan makanan pokok, baju dan air mineral dan santunan.

Dan untuk korban letusan gunung Sinabung Pesantren Tebuireng telah memberikan bantuan sejumlah Rp.25.000.000 yang disalurkan melalui PMI untuk para korban. (auly/tbi.org)

SebelumnyaHow can ‘pesantren’ contribute to national education
BerikutnyaAdakah Sistem Islami ?