Oleh Fatimutuz zahra*

Di kaki fajar sang pengelana berjalan

Tertunduk rindu pada dunia sebrang segara

Mambisu dalam detik kian menghujam

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Bersanding anggun sabda–sabda cinta milik Sang Kuasa

 

Masih…

Melangkah lurus meniti tanjakan berbatu tajam

Berkelok seirama gedup milik Tuhan

Tepat di kaki senja

Langkahnya kian melumpuh terseret sang merah padam

Masih terdengar bisik sabda cinta dari sang Pemilik Kehidupan

 

Hingga batuan bercahaya sebatas pantulan

Pengelana tetap berjalan

Tertatih berwajah pasi

Rindu pelukan sebrang pun  Tuhan tersayang

Sabda – sabda cinta tetap terpatri anggun

Bertengger harum dalam kabutan mati

 

*Mahasiswi UNHASY, ia aktif juga di Sanggar Kepoedang (Komunitas Penulis Muda Tebuireng)

SebelumnyaWejangan Kiai Ishaq Latief (4)
BerikutnyaKiai Habib Ahmad: Kiai Ishak Adalah Orang Yang Ikhlas