Judul Buku      : Khadijah Sosok Perempuan Karier Sukses

Penulis             : Achmad Djunaidi & Thobieb Al-Asyhar

Editor                : Miftahussurur

Penerbit           : Mitra Abadi Press

Tebal                : 122

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

ISBN                 : 979-98901-4-4

Perensi            : Vevi Alfi Maghfiroh*

 

            Fenomena wanita karir serta pergerakan-pergerakan feminisme menjadi tranding topik di negara-negara barat. Keinginan untuk penyetaraan gander serta mendapatkan Hak Asasi Manusia (HAM) yang sepadan dengan kaum lelaki, serta pergerakan dengan menyerukan emansipasi wanita di masa kini ternyata sudah ada di zaman dahulu. Dengan adanya sosok Khadijah wanita hebat istri Nabi Muhammad SAW.

            Pergerakan dan aktifitas Khadijah serta karirnya di dunia bisnis tidak diragukan lagi, bahkan ia menjadi wanita terkaya di Makkah pada saat itu. Ia mampu menembus diskriminasi orang arab jahiliyah yang masih merendahkan kaum hawa. Akan tetapi pergerakan yang ia lakukan dengan baik sehingga dapat diterima di kalangan orang arab, bahkan ia menjadi wanita yang disegani. Bukan dengan cara anarkis dan kekerasan seperti yang terjadi di zaman sekarang. 

Islam menjadi sebuah agama tidak lagi menjadi kendala teologis Khadijah atau menjauhkan dirinya dari upaya melakukan perubahan dan pembenahan sosial. Justru ia bisa menempatkan islam berikut doktrin tekstualnya sebagai inspirasi penting bagi agenda gerakan-gerakan sosialnya. 

            Buku “Khadijah Sosok Perempuan Karier Sukses”, mencoba menginspirasi kalangan wanita yang ingin menjadi wanita karir dengan meneladani prinsip-prinsip salah satu ummul mukminin ini. Achmad Djunaidi dan Thobieb Al-Ansyhar, penulis buku ini mengajak para pembaca untuk merefleksi diri dan meneladani ummul Mukminin Siti Khadijah dalam berbisnis yang islami, bahkan etika bisnis yang diajarkan dalam kelas manajemen telah diajarkan oleh Khadijah dan Muhammad Al-Mustafa ketika menjadi Patner bisnis di masa lalu.

Khadijah seorang perempuan yang memiliki komitmen pribadi yang tinggi dalam mewujudkan sebuah harapan atau cita-cita yang diwujudkan dalam bentuk-bentuk kerja-kerja bisnis yang nyata dan sukses. Kepiawaiannya Khadijah dalam mengelola bisnis dan kecerdikannya merupakan sumber daya manusia (SDM) yang handal yang berjiwa kepemimpinan yang mampu mengorganisasi usaha bisnisnya, dimana ia mampu menaruh perhatian kepada orang-orang yang dipimpinnya dan mengenali karakter-karakter pola pikir dan perilaku orang disekitarnya. Kemudian membantu orang-orang tersebut mengembangkan dirinya, memuji hasilnya, serta membantu mereka mengoptimalkan dirinya, tanpa membuang-buang waktu untuk memuji dirinya sendiri dengan sangat tetap rendah hati.

Khodijah mengajarkan prinsip-prinsip wirausaha dan bisnis islami, budaya kewirausahaan muslim itu bersifat manusiawi dan religious. Berbeda dengan budaya profesi lainnya yang tidak menjadikan pertimbangan agama sebagai landasan kerjanya. Adapun sifat-sifat dasar yang dimiliki oleh wirausahawan islami adalah selalu menyukai dan menyadari adanya ketetapan dan perubahan, ketetapan yang ditemukan dalam konsep aqidah sedangkan perubahan dilaksanakan pada masalah-masalah muamalah, termasuk peningkatan kualitas hidup. (baca surat Al-Anbiya : 125 dan Al-Ra’d : 11).

Sebagaimana dituturkan penulis pada buku ini, Integritas Khadijah sebagai pembisnis handal terlihat dalam beberapa prinsipnya, yaitu Prinsip Tauhid, Prinsip Motivasi, Prinsip Niat ibadah, Prinsip Amanat, Prinsip Aktualitas Diri, Prinsip Jiwa Besar, Prinsip Hijrah, Prinsip Jujur, Prinsip Silaturrahmi, dan Prinsip Beramal. (baca hal. 55)

Dalam semua prinsip yang dimiliki Khadijah yang tertulis di buku ini, ia menjadikan semua usaha dan bisnisnya sebagai ladang mencari ridho Allah SWT. Bahkan dia membangun bisnisnya bukan hanya mencari keuntungan semata, melainkan memerapkan dasar kepercayaan penuh optimisme yang didasari oleh nilai-nilai tauhid, semata-mata mencari ridho Allah SWT.

Buku ini memberi wawasan kepada pembaca, dan memberikan angin segar kepada para wanita untuk menapaki jejak karir sang ummul mukminin tanpa meninggalkan tugasnya pada aspek domestik seperti pada lumrahnya. Dalam konteks inilah buku ini layak dibaca, untuk membangunkan semangat berbisnis tanpa mengenyampingkan nilai-nilai agama. Membaca buku ini sangat tepat ditengah-tengah gelombang kapitalisme yang hanya mengedepankan hasil tanpa mempertimbangkan nilai dan esensi agama.

 

*Peresensi aktif di Tebuireng Media Group dan anggota Sanggar Penulis Muda Tebuireng (Kepoedang)

 

 

SebelumnyaIslam di Korea Selatan
BerikutnyaPemkab Jombang Sosialisasikan Kemitraan Bersama USAID Prioritas