Prinsip-Prinsip Pendidikan Anak

189
Sumber: Google.com

Oleh: Vevi Alfi Maghfiroh*

Ada tiga unsur penting yang saling terkait dalam menentukan keberhasilan pendidikan pada anak, yaitu keluarga, pemerintah, dan lingkungan. Dari ketiga unsur ini peranan keluarga menduduki posisi sangat penting dan strategis, sebagaimana difirmankan Allah Swt. “Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari adzab neraka….” (Q.S At-Tahrim 66 : 6).

Ayat ini mengandung makna bahwa keluarga harus bekerja keras untuk mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai keimanan yang bisa mengantarkan pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Sejalan dengan perintah ini, Rasulullah telah memberi jalan dalam mendidik yang harus dilakukan sebelum ia lahir. Seperti yang dinyatakan dalam al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 184 yang intinya menyatakan bahwa saat sudah terjadi kehamilan, diperintahkan untuk banyak mendekatkan diri kepada Allah dengan do’a dan ibadah.

Juga diperintahkan untuk menjaga kondisi kesehatan, dengan diperintahkannya mengganti puasa dengan membayar fidyah saat sedang hamil atau menyusui. Kemudian tujuh hari setelah kelahiran anak, keluarga diperintahkan untuk melaksanakan aqiqah dan shadaqah. Lalu mengenalkan anak ke tempat ibadah, sebagaimana Rasulullah Saw. sering membawa cucunya Hasan dan Husein dan mengikutsertakan mereka dalam ibadah. Tindakan Rasulullah ini menunjukan bahwa mendidik anak lebih diutamakan dengan menekankan keteladanan dan keterlibatan anak, ketimbang dengan kata-kata.

Dalam surat Ibrahim ayat 37, Nabi Ibrahim pernah berdo’a “YaRabb aku memohon agar keturunanku senantiasa mendirikan shalat, agar merekadicintai orang-orang, dan agar mereka diberi rezeki yang halal, mudah-mudahanmereka bersyukur.” Ada tiga nilai yang terkandung dalam ayat ini:

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

1 . Menciptakan Hubungan Harmonis dengan Allah

Dalam mendidik, keluarga harus mampu menciptakan suasanakondusif agar memiliki hubungan harmonis dengan Tuhan. Hubungan ini diwujudkandalam bentuk komunikasi dialog dengan Tuhan melalui shalat. Shalat adalahindikator sejauh mana hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Jadi, keluargaharus bertanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai ketauhidan hingga anakmerasa dekat dengan Allah Swt.

2 . Menciptakan Hubungan Harmonis Antar Manusia

Anak saleh bukan hanya pandai menjalin hubungan harmonis dengan Allah Swt., tapi juga harus piawai dalam menjalin hubungan antar sesama manusia. Berkait dengan masalah ini, seorang sahabat pernah datang kepada Rasulullah Saw., lalu bercerita mengenai tetangganya yang rajin shalat, puasa, dan tekun dalam beribadah. Namun, orang ini suka menyakiti hati tetangganya. Mendengar kasus ini Rasulullah Saw., berkomentar “Hiya min ahlinnar (ia akan jadi penghuni neraka).

🤔  Tipu Daya Kehidupan Dunia

Dari riwayat ini menggambarkan bahwa orang yang mampuberhubungan harmonis dengan Allah belum sempurna jika tidak mampu menjalinhubungan harmonis dengan sesama manusia. Maka dari itu, sikap menghargai danmenghormati orang lain pun sudah menjadi tugas keluarga dalam menanamkan nilaitersebut kepada anak-anaknya.

3 . Mampu Menghadapi Tantangan Zaman

Semua makhluk di muka bumi ini sudah pasti diberi rezeki oleh penciptanya. Namun rezeki itu tidak mungkin datang begitu saja tanpa adanya usaha untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk membekali anak-anaknya dengan keahlian yang menjadi modalnya untuk hidup mandiri secara materi. Salah satu bekal yang tepat adalah dengan memberikan pendidikan dan pengajaran yang memadai sesuai minat dan bakat anak-anaknya.

Selain peran keluarga, peran pemerintah pun sangat dibutuhkan dalam memberikan fasilitas pendidikan kepada anak-anak. Pemerintah punya andil terhadap dunia pendidikan yang dimanifestasikan dalam kebijakan-kebijakannya. Semakin besar dukungan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan, maka semakin besar pula lahirnya generasi emas di masa mendatang.

Tak luput juga bahwa pendidikan tidak terlepas dari atmosfer lingkungan sekitarnya. Anak yang dididik dalam keluarga secara baik, namun masuk dalam lingkungan yang kurang kondusif, mengakibatkan hasil pendidikan di rumah menjadi menurun efektivitasnya. Dari sinilah tersirat betapa pentingnya keterlibatkan lingkungan dalam keberhasilan pendidikan generasi mendatang. Seperti firman Allah dalam surat Al-A’raf ayat 96 : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya,”

Dari penjelasan diatas, apabila tiga unsur keluarga, pemerintah, dan lingkungan (masyarakat) saling menopang, maka sempurnalah pilar-pilar kokoh dalam pendidikan yang mampu mencetak generasi-generasi saleh yang handal dalam menghadapi tantangan apapun. Pembaca muslimah yang budiman! Inilah prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam mendidik anak, semoga tulisan ini bisa menjadi bekal untuk para orang tua dan calon orang tua yang membacanya. Wallahu a’lam bisshawab.

*Penulis adalah alumnus Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, saatini menempuh studi Pascasarjana di IAIN Syehk Nurjati Cirebon.