Pesantren Tebuireng menerima kunjungan Pesantren Terpadu al Madinah Bogor di Meeting Room lantai 2 Gedung KH. M. Yusuf Hasyim pada Kamis (27/04/2017). (Foto: Nurul Fajriyah)

Tebuireng.online— Pada Kamis  (27/04/17) Pesantren Tebuireng kembali menerima kunjungan. Kali ini giliran Pesantren Terpadu Al Madinah Bogor. Kunjungan yang diikuti oleh sekitar 30 santri dan 5 ustadz-ustadzah ini bertujuan untuk studi ilmiah tentang pesantren-pesantren besar. Pertemuan dilansakan di Meeting Room Gedung KH. M. Yusuf Hasyim lantai 2.

Semua santri yang ikut merupakan siswa-sisiwi kelas 12 yang nantinya akan diwajibkan membuat karya tulis dari hasil studi ilmiah di setiap pesantren yang dikunjungi. Turut hadir dan menyambut, Mudir bidang Pondok, H. Lukman Hakim dan Wakil Kepala Pondok Putra, Ustadz Slamet Habib.

Pendiri dan Pengasuh Pesantren Terpadu al Madinah Bogor, KH. Zainuddin menjelaskan, studi ilmiah ini bertujuan untuk menimba ilmu dari berbagai pondok pesantren, khususnya pondok pesantren tua yang berada di Jombang seperti Tebuireng. Hasil studi ini, lanjut Kiai Zainuddin, akan dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan program di pesantren yang beliau asuh.

Beliau mengaku pernah dua kali mengikuti pengajian pasaran Bulan Ramadan di Tebuireng, yang pada saat itu masih diasuh oleh KH. Idris Kamali. Beliau juga bercerita pernah kejedot bahkan terjatuh karena tidak kuat mengikuti shalat tarawih dengan mengkhatamkan Al Quran.

“Tujuan kami silaturahim adalah ingin menimba ilmu dan pengalaman dari perjuangan pergolakan sesepuh kita KH.Hasyim Asy’ari. Selain itu juga saya ingin bernostalgia, berziarah dan sowan ke Tebuireng,” ungkap KH Zain Zainuddin

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selanjutnya KH. Zainuddin menceritakan sejarah dan perkembangan Pesantren Terpadu al Madinah, yang dibangun pertama di atas lahan perjuadian. Selain itu, juga memaparkan sistem pendidikan Pesantren al Madinah berserta fasilitas penunjang dan kegiatan santrinya.

Kepala Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS), Ustadz M. Solahudin, M.Pd., menjelaskan sistem pengajaran di unit-unit yang berada di Pesantren Tebuireng, khususnya unit MASS yang beliau pimpin sekarang ini.

“Mudah-mudahan hubungan antar lembaga ini untuk ke depan semakin bertambah kuat dalam terjalinnya silaturahim. Dan semoga kita bisa melakukan kunjungan balasan ke Pesantren Al Madinah Bogor,” Ujar Pak Solih, panggilan akrab beliau.

Wakil Kepala Pondok, Ustadz Slamet Habib, menjelaskan kegiatan sehari-hari santri Pesantren Tebuireng dan kegiatan mereka pada hari-hari dan waktu tertentu.

“Seluruh santri Pesantren Tebuireng dituntut untuk menjiwai 5 nilai karakter Pesantren Tebuireng, yaitu  keikhlasan, kejujuran, tanggung jawab, kerja keras dan  tasamuh,” ujar mantan Koordinator Pembina Unit SMP A. Wahid Hasyim itu.

Setelah pertemuan, rombongan bertamasya keliling Pesantren Tebuireng untuk melihat fasilitas yang ada, lalu dlanjutkan berziarah ke makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Sebelum Tebuireng, rombongan telah berkunjung ke Pesantren Darussalam Gontor dan beberapa pesantren lain di Ponorogo. Rombongan akan melanjutkan kunjungan ke Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang.


Pewarta:      Nurul Fajriyah

Editor:          M. Abror Rosyidin

Publisher:      M. Abror Rosyidin

SebelumnyaPengasuh Cup 2017 Dibuka, Jalin Silaturahmi dalam Sportivitas
BerikutnyaKunjungi Tebuireng, Dubes Inggris Puji Peran Pesantren dalam Menyebarkan Budaya Damai