KH. Irfan Sholeh memberikan tausiah kepada santri anggota Consertsi Pelajar Islam Daerah Barat (CPIBD), di Aula Bachir Ahmad lantai 3, Gedung Yusuf Hasyim, Tebuireng, Jombang, Jumat (5//5/2017).,

Tebuireng.online—Organisasi santri Consertsi Pelajar Islam Daerah Barat (CPIBD), yang meliputi Daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten menggelar acara Jam’iyah Kubro Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Jumat (5//5/2017) pagi, di Aula Bachir Ahmad lantai 3, Gedung Yusuf Hasyim, Tebuireng, Jombang.

Ketua pelaksana Ahmad Qulyubi menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang berkenan hadir dalam acara yang juga sebagai ajang ramah tamah alumni pondok pesantren Tebuireng yang berasal dari Daerah Barat itu.

“Saya mewakili seluruh panitia mengucapkan banyak terima kasih, wa bil khusus para tamu undangan dan para sesepuh yang meluangkan waktunya untuk menghadiri acara ini. Dan kepada panitia saya ucapkan terima kasih yang telah mengorbankan jiwa raga, waktu, dan hartanya untuk acara ini. Dan kepada seluruh santriwan-santriwati yang hadir,” ujar siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah itu.

Ia juga berharap acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. “Saya juga meminta maaf atas kekurangan acara ini. Dan semoga acara ini berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Mudir Bidang Pembinaan Pondok H. Lukman Hakim, BA, juga berharap acara tersebut dapat mempertemukan santri-santri dari daerah barat sehingga dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah-nya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Santri kalau sudah pulang ke daerahnya maka akan disebut alumni santri Jombang meski santri tersebut  berasal dari Tebuireng atau Tambakberas atau Denanyar ataupun Rejoso, pasti disebutnya alumni santri Jombang. Semoga acara ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat Organisasi Pelajar Islam di Tebuireng ini,” ungkapnya.

Sedangkan dalam kesempatan tersebut, juga turut hadir KH. M. Irfan Sholeh, Tambakberas yang menyampaikan Tausiyah kepada ratusan santri yang hadir.

“Alhamdulillah kalian bisa mondok di pondok yang didirikan oleh Mbah Hasyim, seorang Kiai yang tidak sembarang kiai, yaitu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Di Tebuireng ada Mbah Hasyim, ada Wahid Hayim, ada Gus Dur. Ulama-ulama yang sudah meninggal, mereka tetap hidup memantau kita,” ungkap Kiai Irfan.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh santri agar mencari guru yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas yang sampai kepada Rasulullah, seperti sanad keilmuan dari Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.

“Tidak ada satupun kiai dan pesantren yang bisa manfaat ilmunya kecuali kiai tersebut mempunyai sanad yang mutawattir kepada Mbah Hasyim. Kita mencari ilmu kepada orang-orang yang meneruskan jejak Rasulullah Muhammad SAW, yang penting niat, niat meneruskan sunah Rasulullah,” imbuh Kiai Irfan.

Ia juga menyebut jika tradisi pesantren sudah mirip dengan tradisi Rasulullah karena di pesantren paling mudah untuk menemukan guru. “Oleh karena itu, jangan pernah takut menjadi santri, jangan pernah takut menjadi alumni Pondok Tebuireng,” pungkasnya.


Pewarta:          Rif’atuz Zuhro

Editor:             Farha Kamalia

Publisher:        Fara K.

SebelumnyaUnhasy Hadiri Temu Nasional Jurusan KI dan MPI
BerikutnyaJelang Ramadan, Santri Husada Berburu Darah