Pemateri Pelatihan Menulis Esai, Agus Sulthon memaparkan tips-tips menulis esai kepada peserta pada Kamis (28/09/2017). (Foto: Dok. Suara Tebuireng).

Tebuireng.online— Menulis adalah kegiatan memberikan informasi baik berupa kabar maupun ilmu dengan rupa tulisan. Radio Suara Tebuireng bersama Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) bekerja sama untuk kedua kalinya, menyelenggarakan seminar pelatihan menulis. Kalau sebelumnya membuat pelatihan jurnalistik untuk warga, pada seminar kali ini diisi dengan pelatihan esai yang mengusung tema “Menjaga Keberagaman, Toleransi, dan Budaya Lokal”.

Seminar ini diselanggarakan di Gedung Pascasarjana lantai 2 Universitas Hayim Asy’ari pada Kamis (28/09/2017) dan diikuti oleh 20 peserta yang merupakan mahasiswa dan umum. Seminar berlansung sejak pukul 09.00-15.00 WIB dengan pemateri Agus Sulthon yang merupakan dosen Fakultas PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Universitas  Hasyim Asy’ari (Unhasy).

Agus Sulthon memaparkan banyak hal mengenai esai, mulai pada pengalamannya dalam kepenulisan, tips menulis esai, langkah-langkah menulisnya, dan diselingi dengan tanya jawab interaktif bersama peserta.

Ia menjelaskan bahwa dalam menulis esai, langkah pertama yang harus dilakukan dalam, yaitu membaca, di awali dengan membaca buku atau teks, kemudian membaca konteks atau di luar teks. Menurutnya menulis tanpa membaca berasa kering dan tandus. Langkah selanjutnya, lanjutnya, menambah kosakata.

“Jika tulisan hendak ditujukan pada media, maka langkah berikutnya adalah memahami karakter media, serta memperbanyak baca media yang hendak dituju,” tutur pria yang juga editor berbagai buku tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Agus juga memberikan beberapa tips membaca. Ia menjelaskan, dalam membaca pun calon penulis hendaknya tidak sekedar membaca. “Mula-mula calon penulis harus banyak membaca apapun tidak perlu memperhatikan isi tulisan. Dari membaca itu, ia harus memahami tanda baca, diksi, dan gaya penyampaiannya. Mencatat kata-kata ilmiyah, kemudian menerapkan,” lanjutnya.

Setelah penyampaian materi dan break, peserta diminta untuk menuliskan esai mengacu pada tips-tips dan langkah-langkah yang telah dipaparkan oleh Agus. Kemudian, tulisan dari setiap perserta itu, dievalusi bersama disertai tanya jawab dari peserta seminar. Satu tulisan dikupas tuntas, dikritik, dan divaluasi sebagai bahan perbaikan.

“Banyak dari kita di sini adalah perantau. Kita masih muda. Jangan sampai tergerus oleh lingkungan negatif. Nikmatilah dengan  membaca, berorgganisasi, atau sibukkan dengan kegiatan-kegiatan positif. Dan buatlah planning masa depan agar mempunyai tujuan hidup,” pesannya kepada peserta di akhir acara.


Pewarta:            Nazhatuz Zamani

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaSeminar Kebahasaan, LBU Unhasy Hadirkan Syaikh Belal Mahmoud Afifi Ghouneim
BerikutnyaSeminar Kesehatan Kulit, Kimia Farma Bagikan Bedak Gratis kepada Santri Tebuireng