Pandangan Kiai Ta’in tentang Keberkahan dalam Tabligh Akbar Masyayikh Tebuireng

(Keterangan foto tengah) KH. Musta’in Syafi’ie memberikan mauidhah hasanah dalam acara Tabligh Akbar Masyayikh dan Halal Bihalal Alumni Pesantren Tebuireng yang dilaksanakan virtual online via aplikasi Zoom Meeting. (Sumber foto: dokumentasi pesantren)

Tebuireng.online—Terlaksananya Tabligh Akbar Masayikh & Halal Bihalal alumni dan santri Tebuireng pada Sabtu (20/6/20) kemarin menghadirkan KH. Musta’in Syafi’i yang memberikan refleksi kepada para alumni serta santri dan semua yang hadir dalam Tabligh Akbar Masayikh & Halal Bihalal melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dalam acara tersebut Kiai Ta’in mengupas sedikit tentang keberkahan yang sering dibahas oleh orang-orang. Dulu, lanjutnya ada seorang santri yang sekarang sudah menjadi kiai, dulu ketika dipondokkan pernah nakal sedikit tapi jadi kiai. “Saya khawatir dicontohnya cuman tidak baiknya saja makanya waktu saya jadi pengurus seorang alumni yang menyampaikan kenakalannya, menyampaikan kepada para santri, dari situ saya sebagai pengurus merasa keberatan, memang ada santri yang nakal jadi kiai namun jika baik pun sama menjadi kiai dan semua itu memang dari keberkahan dan tidak salah,” ungkapnya.

Kalau alumni-alumni dalam potensinya sangat kuat sejak dulu apa yang bisa kita ikhtiyarkan serta upayakan untuk pengunduh keberkahan itu secara nyata, dengan memanfaatkan zaman online seperti ini, salah satu sentra khusus produk dari Tebuireng, dan di dalam kepengurusan Tebuireng ini persyaratan itu memang yang pertama Shidiq (harus benar dalam kepengurusan), pintar dan kerja keras sehingga dalam semua itu menjadikan nyata apa yang kita perbuat untuk tebuireng serta Hadratussyaikh karena memberikan jasa kepada orang yang berjasa itu  tidak pernah bisa, karena itu diikhtiyarkan semaksimal mungkin.

“Jadi, ketika saya meihat para alumni itu mendapat keberkahan Hadratussyaikh dan lain-lain, maka tinggal wujud dan refleksi dari keberkahan itulah yang menjadi kewajiban para alumni, memang pondok Tebuireng (sebut saja) tidak membutuhkan sumbangan, tetapi kalau alumni sendiri bisa produktif itu kan jauh lebih bagus,” terangnya.

🤔  Tujuh Langkah Menjadi Presenter yang Baik

Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, lanjut Kiai Ta’in bukan kiai yang berpangku tangan dalam mengajar saja, tetapi kepada refleksi, perhatian kepada masyarakat ini yang membedakan. Mudah-mudahan yang telah disampaikan para alumni sebut sebagai keberkahan, mari kita reflesikan, wujudkan secara nyata bahwa keberkahan yang dikehendaki itu, juga bisa mewujudkan secara nyata.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Semoga bermanfaat lebih cepat lebih baik, saya hanya bisa mendoakan semoga bisa terwujudkan semua. Aamiin,” pungkasnya.

Pewarta: Dian Bagus