Suasana Ngaji dan Ngopi Sufi alumni Tebuireng di halaman Pesantren Tebuireng, Jumat (27/5).

Tebuireng.online– Halal bi Halal Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) dikemas dengan agenda “Ngopi Sufi” bersama KH. Lukman Hakim, di halaman Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Jumat (27/5/2022) usai sholat Isya berjamaah.

Acara tersebut dipandu oleh Hamim Bukhari dan diikuti alumni lainnya, seperti, KH. Syihab, Ketum PWNU DKI Jakarta KH. Samsul Ma’arif.

Beberapa alumni saling berbagi cerita mengenai kehidupan mereka ketika di pondok, salah satunya Zainul Fanani.

“Tebuireng merupakan jalan sufi saya sesungguhnya. Karena di sini saya banyak belajar berbagai kesufian. Dulu pernah tidur di masjid bawa bantal dan karpet, tapi ketika bangun hilang. Itulah pelajaran sufi sebenarnya. Karena saya harus ikhlas dan rida,” ungkap pria asal Jember.

Baginya tarekat Tebuirengiyyah merupakan jalan sufi yang paling membekas, baik guru-gurunya, lingkungannya, dan pendidikannya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dari banyak obrolan itu, satu hal yang disampaikan oleh Kiai Lukman Hakim yaitu tanggapan tasawuf mengenai dunia global ini.

“Tasawuf perlu melakukan revitalisasi terhadap ilmu dan kaidahnya. Revitalisasi terhadap kitab Ihya’ Ulumuddin, dan kitab sufi lainnya,” ungkapnya di hadapan para alumni yang sambil menikmati suguhan kopi.

Pewarta: Yuniar Indra

SebelumnyaMunas IKAPETE, Ingatkan Alumni Agar Jaga Ukhuwah
BerikutnyaIni Usulan IKAPETE Gresik saat Munas dan Halal bi Halal di Tebuireng