Suasana mudik serentak santri Tebuireng, (17/4).

oleh: Anggita Iwi Pangrawit*

Bagi sebagian orang atau bahkan mayoritas, liburan merupakan momen yang membahagiakan, termasuk bagi santri. Di masa liburan, santri dapat melepaskan kejenuhan dan kesibukan aktivitas selama di pondok, dengan memanfaatkan waktu bersama keluarga, bermain, menonton film, dan banyak lagi.

Biasanya, santri paling senang menghabiskan waktu liburan dengan kegiatan yang tidak bisa dilakukan di pondok seperti bermedia sosial di instagram, WA, maupun Facebook, atau hal-hal yang bersangkutan dengan handphone. Tidak lupa juga tidur sepuas mungkin untuk memenuhi rasa kantuk yang terbawa dari pondok.

Namun, harusnya kita tetap bisa mengendalikan mengenai hal-hal menyenangkan yang dilarang di pondok, jangan dilakukan berlebihan. Para santri mestinya tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di pesantren seperti mengaji, sholat wajib dan sunnah, berjamaah di masjid serta melakukan hal-hal baik. Jangan sampai kegiatan menyenangkan selama liburan membuat santri lalai dalam melaksanakan pembiasaan baik selama di pesantren.

Hal yang sangat bermakna bagi santri ketika di rumah adalah berkumpul dan melakukan banyak hal bersama keluarga. Menjadi hal yang dirindukan bagi santri untuk curhat bersama ibu maupun saudara, bercanda dengan adik maupun kakak meski dengan sedikit perdebatan yang selalu berakhir damai, membantu memasak, menata rumah persiapan hari raya, ikut berbelanja, mengisi toples-toples dengan kue lebaran, bersilaturahmi dengan keluarga besar, berinteraksi dengan tetangga dan lain sebagainya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Liburan juga bisa dihabiskan dengan menyelami hobi. Itulah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan santri ketika libur sekolah dan pesantren. Menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan yang biasa dilakukan di pondok, juga kegiatan yang lain di rumah yang akan dirindukan ketika menempuh pendidikan di pesantren dengan segala rutinitasnya.

Liburan tentunya akan lebih bermakna tak hanya sebagai saat untuk ‘balas dendam’, tapi juga diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Alangkah baiknya apabila pembiasaan baik di pondok tidak hanya dipertahankan selama liburan, tetapi juga di masa depan ketika sudah boyong. Sehingga selama di pondok benarlah sebagai tahapan belajar kita untuk hidup di masyarakat dengan kehidupan lebih tertata dan baik.

Oleh sebab itu, penting kiranya saat liburan, santri tetap membawa dan menjiwai nilai-nilai kepesantrenan di manapun berada, baik saat liburan atau bahkan saat di pondok pesantren. Sebab inilah yang akan menciptakan karakter santri.

Selamat menikmati liburan sekolah dan pesantren, jangan lupa tetap menciptakan aktivitas manfaat dan menebar kebaikan-kebaikan, terutama kebiasaan baik yang sudah dilakukan dan menjadi tradisi saat di pesantren.

*Santri Pesantren Tebuireng 2.

SebelumnyaLima Faedah Puasa Sunah Syawal
BerikutnyaNabi Muhammad Menikah di Bulan Syawal