Wakil Rektor II UNHASY, Drs. H. Mukhsin Kasmin, M. Ag., saat menjadi narasumber di seminar nasional UNHASY REBORN, Sabtu  (06/08/2022).

Tebuireng.online– Wakil Rektor II UNHASY, Drs. H. Mukhsin Kasmin, M. Ag., saat menjadi narasumber di seminar nasional UNHASY REBORN, Sabtu  (06/08/2022) mengatakan bahwa, beliau sebenarnya bukan panitia yang mendirikan Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY). Sebab pada saat peresmian UNHASY beliau masih sekolah Tsanawiayah kelas I dan hanya menyaksikan dari kejauhan saat UNHASY diresmikan. Saat itu, beliau beserta teman-teman membayangkan apakah bisa kuliah di UNHASY karena pada saat itu UNHASY sangat elit.

Berdasarkan survei data Pak Mukhsin, sapaan akrabnya, kepada KH. Abdul Fattah Hasyim Pengasuh Pesantren Tambak  Beras, saat memberikan tausiah di Pesantren Tebuireng dan beberapa santri Tebuireng yang dibimbing langsung oleh Hadratusysyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari. Bahwasannya, meskipun pada saat itu pendidikan di Tebuireng belum terstruktur secara kelas, tetapi materi dan isi pelajaran  memenuhi di tingkat MI sampai perguruan tinggi.

Menurutnya, KH. M. Hasyim Asy’ari tidak mengukur tingkat kelasnya tetapi dari kitab atau literatur apa yang dibaca. Jadi, kelebihan alumni santri Tebuireng pada saat itu, meskipun belum ada universitas tetapi kualitas ilmu sudah menyamai universitas. Yang penting saat belajar itu rajin mengikuti jadwal pelajaran, bisa menguasai pelajaran, dan bisa mengamalkan.

“Kyai Hasyim mengelola pondok berdasarkan tiga pilar utama, yakni kepemimpinan yang tertib, berdasarkan nilai-nilai agama Islam, dan berdasarkan manajemen yang mapan. Masalah kepemimpinan, pada awalnya, Hadratussyaikh atur sendiri segala urusan pondok. Dengan meningkatnya urusan pengelolaan lembaga pendidikan, manajemen mulai didistribusikan kepada kepada santri-santri senior yang mampu, di bawah kepengasuhan beliau. Sedangkan nilai-nilai agama menjadi landasan untuk menentukan kebijaksanaan proses belajar-mengajar, sehingga penyelenggaraan pendidikan bisa lancar dan tertib,” ungkapnya.

“Sedangkan sistem manajemen mengutamakan dasar keiklhlasan dan kedisiplinan diri. Dari keteladanan Hadratussyaikh dengan suka rela menyerahkan tenaga, pikiran dan harta untuk kemajuan Pesantren Tebuireng,” imbuhnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam keterangan tertulis dari Pak Muhsin, bahwa pada November 1979 KH. Yusuf Hasyim menyelenggarakan pertemuan dengan para pakar pendidikan, di antaranya Prof. Dr. Abd. Hafidz, Dr. Zamakhsyari Dhofir, dan beberapa ahli pendidikan lain, menyimpukan: untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pesantren Tebuireng, diantaranya masing-masing unit pendidikan (MTs, MA, SMP, SMA dan UNHASY) supaya mempunyai komplek/ kampus utuk proses belajar-mengajar sendiri.


Pewarta: Anisa Faiqotul Jannah

SebelumnyaFakultas Kedokteran, Cita-Cita UNHASY ke Depan
BerikutnyaGus Fahmi Silaturrahmi Giatkan Kegiatan IKAPETE Jateng Semarang Raya