Oleh: Almara Sukma Prasintia*

Dalam kalender Islam, terdapat empat bulan haram. Salah satu di antaranya adalah bulan Dzulhijjah. Hal ini bisa kita ketahui dari hadis berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ ، عَنِ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ ، عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقَعْدَةِ، وَذُو الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ “.

Telah menceritakan kepada kami Al-Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab, telah menceritakan kepada kami Ayyub, Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Siriina, telah menceritakan kepada kami Inu Abi Bakroh, dari Abi Bakroh Radliyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi berkata: ““Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” [1]

Bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan tersendiri. Dalam bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, memperbanyak zikir, memperbanyak mengaji Al-Quran, memperbanyak sholawat, berdoa berbuat baik kepada semua orang, dan amal kebajikan yang lain.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1 sampai tanggal 7 Dzulhijjah. Puasa yang dilakukan pada tanggal 8 disebut puasa Tarwiyah. Sedangkan, puasa yang dilakukan pada tanggal 9 disebut puasa Arafah. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa puasa Arafah akan menghapuskan dosa satu tahun yang telah berlalu dan yang akan datang.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ. قَالَ: يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ، وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ. قَالَ: يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ اَلِاثْنَيْنِ، قَالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَبُعِثْتُ فِيهِ، أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Qotadah al-Anshory Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam perna ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.” Beliau juga ditanya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.” Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur’an padaku.” Riwayat Muslim.[2]

Lalu, kapan puasa Dzulhijjah tahun 1442 H dimulai?

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyepakati bahwa 1 Dzulhijjah 1442 H  jatuh pada hari Minggu, 11 Juli 2021. Berikut jadwal puasa bulan Dzulhijjah 2021:

1 Dzulhijjah 1442 H : Minggu, 11 Juli 2021

2 Dzulhijjah 1442 H : Senin,12 Juli 2021

3 Dzulhijjah 1442 H : Selasa,13 Juli 2021

4 Dzulhijjah 1442 H : Rabu, 14 Juli 2021

5 Dzulhijjah 1442 H : Kamis, 15 Juli 2021

6 Dzulhijjah 1442 H : Jumat, 16 Juli 2021

7 Dzulhijjah 1442 H : Sabtu, 17 Juli 2021

8 Dzulhijjah 1442 H : Minggu, 18 Juli 2021 (Puasa Tarwiyah)

9 Dzulhijjah 1442 H : Senin, 19 Juli 2021 (Puasa Arafah)

Dalam agama Islam Rasulullah SAW menganjurkan sebelum melaksanakan sesuatu harus berniat terlebih dahulu. Karena niat adalah perkara yang membedakan antara kebiasaan dan ibadah. Seperti contoh, suatu hari kita tidak makan dan tidak minum sama sekali mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dan kita tidak berniat melaksanakan ibadah puasa. Maka kita tidak akan mendapatkan pahala puasa karena kita tidak niat. Meskipun sama-sama tidak makan, minum dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Berikut niat puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah.

  • Puasa Dzulhijjah (11-17 Juli 2021)

 نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.

  • Puasa Tarwiyah (18 Juli 2021)

 نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.

  • Puasa Arafah (19 Juli 2021)

 نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT supaya kita bisa melaksanakan ibadah, baik ibadah wajib atau ibadah sunnah.

Huwallahu’alam


[1] HR. Bukhori, no. 3197

[2] Bulughul Marom Hadis No. 698


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaPD DMI Gresik Adakan Dzikir Virtual untuk Keselamatan dan Ketenangan Warga
BerikutnyaPersepsi tentang Kepemimpinan Perempuan