Beberapa orang dari Jabatan Agama Islam Perak, Malaysia, dalam kunjungannya di dalem kesepuhan Pondok Pesantren Tebuireng, Kamis (30/03/2017). (Foto: Sutan)

Tebuireng.online- Dalem Kesepuhan Pesantren Tebuireng menerima kunjungan tamu dari Jabatan Agama Islam Perak, Malaysia, Kamis (30/03/2017). Mereka yang berjumlah enam orang sampai di Pesantren Tebuireng pukul 11.00 WIB dan disambut langsung oleh Gus Sholah beserta jajaran pimpinan pondok dan pimpinan unit-unit pendidikan Pesantren Tebuireng. Obrolan ringan dan tukar wawasan masalah pendidikan dan pesantren berlangsung selama sekitar 1 jam.

Tujuan utama kunjungan mereka ke Indonesia adalah untuk mengamati pendidikan keagamaan yang ada untuk diaplikasikan ke Malaysia. Pengajian yang ada di tempat mereka sudah mulai menurun. Di Perak ada 2 juta penduduk namun hanya ada 10 pondok pesantren. Mereka membahas tentang sistem belajar mengajar yang ada di Pesantren Tebuireng. Kemudian cara pesantren membendung paham ekstrimisme dan memajukan kader bangsa.  Dibahas pula persebaran dan kualitas lembaga pendidikan di setiap wilayah. Serta, perbandingan anggaran tentang pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

Anggaran pendidikan Indonesia lebih besar dua kalilipat daripada Malaysia. Namun penduduk Indonesia lebih banyak delapan kalilipat dibanding Malaysia. “Jadi anggaran pendidikan untuk tiap orang lebih besar di Malaysia,” tutur Gus Sholah.

Beranjak dari Dalem Kesepuhan, para tamu menyempatkan untuk melihat asrama santri. Kemudian berziarah ke makam masyayikh Tebuireng. Usai berziarah, para tamu pergi mengamati langsung beberapa unit pendidikan Pesantren Tebuireng, yakni MTs Salafiyah Syafi’iyyah, Mahad ‘Aly Hasyim Asyari, dan Madrasah Muallimin Hasyim Asyari. Di sana para tamu berbincang mengenai sistem pembelajaran, tenaga pengajar, dan berdialog dengan para santri.

Jabatan Agama Islam adalah lembaga yang berfungsi untuk mengontrol pesantren-pesantren tahfidz di negeri Perak. “Kedatangan kami ke sini adalah untuk melihat pondok-pondok pesantren yang ada di sekitar Jawa Timur. Dan mungkin ada berkah yang boleh kita praktikkan di sana,” kata Al Hafiz Hasyim.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Kemudian Al Hafiz menambahkan, “Walaupun di sana ada pesantren tapi pengajian ilmu alatnya, pengajian kitab turastnya mulai berkurang. Dan kita dapati di sini sangat kuat. Pengajian kitab turastnya yang ada di sini supaya dapat diamalkan di Perak.”

Setelah dirasa cukup, para tamu kembali ke Dalem Kesepuhan untuk makan siang. Ini merupakan hari keempat dalam kunjungan mereka di Jawa Timur, dan akan diakhiri dengan kunjungan ke Pesantren Darul Ulum, Peterongan. Sebelumnya rombongan dari Jabatan Agama Islam Perak ini sudah mengunjungi Pesantren Sidogiri, Pesantren Al Hikam Malang, Lirboyo, dan Pesantren Mahir Ar Riyad.


Pewarta: Muhammad Masnun / Sutan Alam Budi

Editor : Munawara, MS

Publisher : Munawara

SebelumnyaMacam-Macam Hidayah
BerikutnyaHukum Mufaraqah dari Sholat Jumat