Salah satu lomba yang diikuti oleh siswi Madrasah Aliyah dalam kegiatan class meeting. (foto: zulfa/to)

Tebuireng.online--Tawa riang dari tiap-tiap supporter perwakilan kelas beberapa hari ini begitu ceria di Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng. Setelah melalui beberapa hari dengan berat karena ujian kenaikan kelas, akhirnya para siswa-siswi mendapat hari-hari yang santai. Tanpa KBM hari-hari dimanfaatkan oleh para pengurus OSIS Madrasah untuk mengadakan kegiatan class meeting. Ada sekitar 16 permainan yang dapat diikuti oleh para siswa-siswi untuk mengisi waktu luang tersebut.

Selain untuk memanfaatkan waktu, kegiatan ini juga dilaksanakan karena beberapa tujuan lainnya. “Menjadi wadah untuk mempererat silahturahmi dan mempersatukan siswa-siswi, menjalankan proker sebagai jembatan antara siswa dengan madrasah, dan menjadi salah satu hiburan para siswa,” ucap salah satu panitia class meeting. Kali ini berbeda dengan sebelumnya untuk hari-hari santai siswa kini mendapatkan 4 hari mulai dari tanggal 27 Juni sampai 30 Juni, 3 hari awal adalah hari yang digunakan untuk class meeting.

Dalam 3 hari tersebut terdapat 16 permainan dilombakan. 10 permainan dilombakan untuk para siswi dan 6 sisanya dilombakan untuk para siswa. Adapun 10 permainan tersebut adalah Estafet Karet, Jembatan Gepeng, Pencak Krupuk, Brain Out, Kepruk Banyu, Sun Flowers, Estafet Air, Eat Bulaga, Brain Make Up, Mengejar Cinta Mas Goni. Dan 6 sisa adalah Futsal, Voli Balap Karung, Rebut Kursi, Pecah Balon, Paku Bumi.

Raut riang para siswa siswi pun mewarnai madrasah. Sebagai mana yang telah diharapkan dan kegiatan berlangsung sesuai dengan yang direncanakan.

“Alhamdulillah, class meeting berjalan dengan lancar, meski masih terdapat beberapa kendala. Karena kendala dalam setiap kegiatan itu wajar. Tetapi bagaimana cara kita mencari jalan keluarnya bukan lari darinya, jadi semoga berikutnya persiapan persiapan lebih matang dan sukses selalu untuk ke depannya,” ucap Nuril salah satu panitia CM.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta: Zulfa Nuril

SebelumnyaFestival Banjari se-Jawa Timur, Puncak Dies Natalis ke-4 FAI Unhasy
BerikutnyaGali Bakat Minat Santri Melalui Class Meeting