Foto: Amin Zen

Tebuireng.online– Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, khususnya Pilkada Jawa Barat, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah membantah terlibat dalam politik praktis untuk mendukung salah satu calon maupun partai tertentu.

Pasalnya, tidak lama tersebar di media sosial (medsos) yang menarik tokoh intelektual NU tersebut terbawa ke dalam pusaran politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal itu ramai setelah beredar foto Gus Sholah bersama kader PKS, Abdul Hadi Wijaya.

Menanggapi hal tersebut, Gus Sholah, sapaan akrab beliau, membantah keras telah terlibat dalam suksesi salah satu pasangan calon (paslon) yang sedang maju dalam kontestasi politik di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Gus Sholah juga membantah terlibat dalam tagar #2019GantiPresiden. Gus Sholah juga merespon status provokatif dari Dewa Asghar Alqossam yang menyebut garis perjuangan PKS sejalan dengan NU.

“Banyak sekali keluarga maupun para aktivis foto bersama dengan saya, tapi semua itu foto silaturahim lebaran,” kata Gus Sholah, ketika dimintai keterangan perihal beredarnya foto beliau bersama Abdul Hadi Wijaya pada Ahad (24/06/2018) di kediamannya di Pesantren Tebuireng Jombang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Gus Sholah juga menyayangkan caption postingan foto dirinya bersama Abdul Hadi Wijaya yang juga merupakan Sekretaris PKS Jawa Barat yang telah diviralkan dengan gambar salah satu pasangan Cagub-Cawagub Jawa Barat, Ajat-Syaikhu.

Dalam stiker atau pamflet kampanye yang diviralkan itu, seolah-olah Gus Sholah mendukung paslon tersebut. Gus Sholah juga mengimbau agar masalah ini tidak dibesar-besarkan apalagi masih dalam suasana Idul Fitri.

“Saya minta semua pihak menjaga situasi agar tenang, karena sekarang memasuki hari tenang (red, Pilkada),” tegas cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari itu.


Pewarta:  Rif’aruz Zuhro
Editor:      Amin Zen
Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaPesantren Tebuireng Tidak Terikat dengan Partai Apapun
BerikutnyaKecintaan Para Ulama dalam Thalabul Ilmi