Tebuireng.online— Menyambut akan digelarnya Hari Santri Nasional (HSN) pada tanggal 22 Oktober 2017 mendatang, khususnya  di Kabupaten Jombang, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengapresiasi banyaknya kegiatan yang disiapkan panitia HSN Kabupaten Jombang.

“HSN ini akan mengenang resolusi jihad. HSN ini kan mengenang resolusi jihad. Salah satu kontribusi besar pesantren kepada Indonesia,” ujar Gus Sholah kepada Jawa Pos Radar Jombang pada Senin (25/9/2017) dilansir di koran tersebut pada Kamis (28/09/2018).

Menurut Gus Sholah pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad yang mewajibkan masyarakat berjuang mempertahankan Surabaya yang hendak kembali dicaplok penjajah, karena proklamasi kemerdekaan yang baru seumur jagung.

Menurutnya ada tiga spirit, yang mesti digelorakan dalam HSN. Pertama, meningkatkan kontribusi pemerintah kepada pesantren. “Dengan ditetapkannya HSN, pemerintah berarti mulai mengakui pesantren, ini harus ditingkatkan dengan membiayai pesantren. Sebab pesantren itu seratus persen dibiayai pemerintah,” tegasnya

Kedua, pesantren harus meningkatkan perannya dalam bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan. Sebab pemerintah belum mampu menjamin hak-hak rakyat dalam ketiga bidang tersebut. “Sekolah saja baru SD yang digratiskan,” paparnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketiga, santri harus fokus belajar menyerap ilmu dan keteladanan akhlak dari para Kiai. “seperti yang disampaikan Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari, red), santri yang baik adalah yang bisa menerapkan ajaran di pesantren ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Santri, kata Gus Sholah, tidak terbatas yang tinggal di pesantren. “Asal masih punya minat terus belajar kepada Kiai dan mengamalkan ajaran Kiai, itu juga santri,” pungkasnya.

Di antara kegiatan HSN yang diadakan berbagai pihak di Kabupaten Jombang yang sudah dimulai meliputi, Festival Film Pendek (15/9-15/10) Lomba Essay True Story (15/9– 15/10), Pelatihan Imam dan Khatib (24/9), Workshop Wirausaha Santri (8/10), Lomba Paduan Suara Santri Putri (20-22/10), Festival al Banjari (20-22/10), Workshop Wirausaha Cake and Craft (22/10), Ngaji Media: Yang Muda yang Berkarya (21/10), Madrasah dan Sekolah Ma’arif Challenge (13-15/10), dan Seminar Santri dan Resolusi Jihad (15/10) di Aula Unipdu.

Selain itu, ada juga Santri Expo dan Gelar Potensi Jombang (20-22/10) di Gedung PSBR, Istighasah Kebangsaan (21/10) di Masjid Baitul Mukminin Alun-Alun Jombang, dan puncaknya aka diadakan apel dan pawai kebangsaan (22/10) yang start di Alun-alun hingga Stadion Jombang.


Pewarta ulang: Rif’aruz Zuhro

Sumber:          Radar Mojokerto Jawa Pos Group, Rabu, 28 September 2017.

SebelumnyaKuliah Umum Industri Hulu Migas di Tebuireng, Bahas Potensi Cekungan di Jatim
BerikutnyaTingkatkan PKM 5 Bidang, FE Unhasy Gelar Workshop Penyusunan Proposal