Para pengurus dan pembina berfoto bersama usai acara pada Sabtu (04/03/2017) (Foto: Syamsul Fauzi)

Tebuireng.online—Social Movement Insitute bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng dalam meyelenggarakan acara “Menggerakkan Pesantren Sebagai Kekuatan Penolak RUU Pertembakauan” di gedung KH. Yusuf Hasyim lantai 3, Pesantren Tebuireng, pada Sabtu (04/03/17). Acara tersebut diikuti oleh Perwakilan Pengurus Pondok Putra Pesantren Tebuireng dan perwakilan guru dari unit sekolah di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng, H. Ir. Abdul Ghofar, dalam sambutannya berharap para peserta yang mengikuti acara tersebut dapat mengambil banyak pelajaran tentang rokok sehingga kebiasaan merokok dapat dihentikan. Beliau sempat bercerita bahwa dahulu beliau juga pernah merokok tetapi kebiasaan itu sudah lama beliau hentikan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Mudir Bidang Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Lukman Hakim, Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ustad Iskandar, S.H.I., S.Pd. dan perwakilan dari Komnas PT, Mas Taufik Hidayat.

Setelah acara pembukaan ditutup dengan doa oleh KH. Lukman Hakim, acara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D, beliau adalah Staf Pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM (S1, S2, dan S3), lulusan S3 Kedokteran Komunitas, Faculty of Medicine & Health Sciences,  the University of Newcastle, Australia (lulus 2005).

Materi yang beliau sampaikan sangat menarik dengan tema “Rokok antara Kata dan Fakta, dampak pada Cipta Rasa dan Karsa”. Beliau menjelaskan bayak hal tentang rokok mulai dari sejarah rokok sampai dengan bagaimana keadaan industri rokok.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Setelah pemateri pertama, ada beberapa pemateri lain yang juga menyampaikan materi seputar tembakau dan rokok, acara selesai pada pukul 15.00 WIB, sebelum peserta pulang panitia membagi-bagikan souvenir menarik, di antaranya baju kaos dengan tulisan “Keren Tanpa Rokok”.


Pewarta:          Akhmad Nur Masduki

Editor:             Munawaroh

Publisher:        Farha Kamalia

SebelumnyaSampaikan Kuliah Umum, Gus Pur Beri Motivasi Calon Lulusan Pertama
BerikutnyaMahmoud Darwish, Humanisme Pengantar Perdamaian di Negeri Palestina