deka-pranatatebuireng.online- Seorang santri memang diharuskan belajar, melatih diri dengan segala hal terkait ajaran-ajaran agama, tentu hal itu tidak membatasi seseorang untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang santri. Deka Ariesandi Pranata, salah satu siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng kelas XI MAKK, berhasil memenangkan kejuaraan Nasional Canon Photo Maraton Indonesia pada Minggu (30/10/2016) yaitu kontes fotografie tingkat Nasional di Yogyakarta.

Deka asal Pekanbaru Riau merupakan salah satu santri Tebuireng yang telah mengharumkan nama pesantren Tebuireng melalui hobinya sebagai fotografi. kegemaran memotret telah dilakoni oleh Deka sejak ia duduk di bangku Mts kemudian menekuni sejak kelas X Aliyah bersama temna teman komunitasnya.

Komunitas HPC (Hanifida Photography Compition) adalah komunitas para fotografi pondok Hanifida Jombang, yang di ikutnya. Kontes Phothograpy tingkat Nasional yang diikuti oleh Deka bersam kawan-kawannya,  bermula di Surabaya, dan  delapan orang dari komunitas HPC, yang dimenangkan oleh peserta dari Hanifida.

Kemudian berlanjut di perlombaan Photography tingkat Nasional di Yogyakarta, perlombaan yang diikuti oleh 1800 peserta dengan tiga tema yang telah ditentukan. Tema yang pertama adalah Bhinika Tunggal Ika, tema kedua, Generasi Penerus, tema ketiga, Senja di Yogyakarta.

Dalam perlombaan ini Deka dan Muhammad Ridwan mewaliki Pesantren Tebuireng memenangkan juara, dan finalis. Deka memenangkan juara pertama, dan Muhammad Ridwan finalis. Deka juga mendapatkan juara ke-dua pada perlombaan photography di Unhasy yang diadakan oleh fakultas dakwah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Tentu bukan hal yang mudah untuk sampai perlombaan fotografi tingkat nasional “Persaingan yang sangat ketat adalah salah satu kesulitan yang saya alami karena banyaknya kontestan yang mengikuti perlombaan Canon Phothograpy Maraton, diikuti sekitar 1800 peserta tapi kita harus tetap mencoba,” sebut Deka

“Banyak hikmah yang bisa diambil seperti halnya ketika kita menginginkan suatu hal maka hendaknya kita tetap mempertahankan hal tersebut, meskipun pada mulanya mengalami kesulitan maka teruslah mencoba sampai mendapatkannya,” tutur Deka.

Harapannya untuk teman-teman santri, kita harus tetap mencoba meskipun mengalami berbagai kesulitan, jangan lelah untuk mencoba, dan kata salah satu ustadz saya silahkan memotret tapi motretnya harus sesuai dengan ngajinya, jangan sampai ngajinya tertinggal.


Pewarta: Nazhatuz Zamani

SebelumnyaMilad Makhis Muallimin ke 6, adakan MQK dan Festival Shalawat Al Banjari
BerikutnyaPeringati Hari Pahlawan, 500 Anggota Kudaireng Dzikir Alam di Malang