Panitia KonfercabPCNU Jombang memperlihatkan koin-koin yang terkumpul dair warga nahdliyin Jombang demi kemandirian acara Konfecab tahun ini. (Foto: Panitia Harlah ke-94 NU Jombang)

Tebuireng.online– Kali pertama Konfercab NU Jombang 2017 digelar dengan pendanaan mandiri yang bersumber dari warga NU Jombang sendiri. Koin kemandirian NU tersebut sebagai persediaan dalam memenuhi kebutuhan berlangsungnya acara Konfercab NU Jombang yang akan digelar tanggal 22-23 April 2017 mendatang di Pesantren Tebuireng.

Hal itulah yang diungkapkan oleh Ketua Panitia Konfercab NU Jombang, Munif Khusnan. Ia menjelaskan bahwa Konfercab PCNU Jombang itu sepenuhnya difasilitasi oleh warga nahdliyin sendiri, khususnya dari sisi pendanaan, sehingga pihak manapun tidak bisa mengintervensi kegiatan NU.

“Untuk pertama kalinya, dana Konfercab ditanggung oleh warga nahdliyin sendiri yang tidak ada motif apapun selain niat mengabdi buat NU. Bisa jadi ini adalah langkah pertama bagi PCNU di seluruh nusantara,” tegasnya di acara Tasyakuran Harlah ke-94 NU di GOR Chasbullah Said Tambakberas Jombang, Rabu (12/4/2017).

Terobosan baru dari PCNU Jombang tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar yang merasa senang bila NU bisa mandiri dalam pendanaan kegiatannya.

“Catatan yang saya dengar bahwa PCNU Jombang satu-satunya cabang yang seperti ini. Ya baru cabang Jombang,” ujar Kiai Anwar.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam penuturannya, Kiai Anwar akan mensosialisasikan terobosan baru dari PCNU Jombang tersebut kepada PCNU-PCNU yang ada di Jawa Timur untuk dicontoh. “Akan saya ceritakan kemana-kemana agar bisa dicontoh,” pungkasnya.

Pada akhir acara, Ketua LAZISNU Jombang, Didin Sholahudin menyerahkan secara simbolik sumbangan dana sebesar Rp. 27.028.705,- kepada Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH. Isrofil Amar yang kemudian akan diberikan kepada Panitia Konfercab.

Perlu diketahui, bahwa Koin Kemandirian tersebut telah dikumpulkan sejak tanggal 06 Februari 2017 lalu dengan memasukkan tiga uang koin senilai Rp. 500,- yang diasmai dengan bacaan Yaa Jabbaar Yaa Qohhaar  dan ditutup sampai 12 April 2017. Dalam waktu pengumpulan yang terhitung 66 hari itu berhasil mengumpulkan dana senilai Rp. 27.028. 705,- dan masih memungkinkan bertambah lagi jumlahnya menurut informasi dari panitia.


Pewarta : Rif’atuz Zuhro

Editor : Abor R

Publisher : Abror

SebelumnyaNU Lahir dari Kelompok Diskusi Agama, Negara, dan Ekonomi Umat
BerikutnyaSubstansi Manusia dan Kekuasaan