Santri Tebuireng mulai menerapkan membaca surah Waqiah sambil berdiri, setiap usai salat jamaah Subuh.

Tebuireng.online– Dalam upaya meningkatkan kualitas ibadah santri, Pesantren Tebuireng selalu berikhtiyar memberikan pendidikan yang terbaik. Salah satu bentuk pendidikan tersebut diterapkan dalam persoalan ubudiyah.

Dalam memberikan pendidikan dan pemahaman terhadap santri seputar ibadah, Pesantren Tebuireng membentuk barisan “Laskar Masjid” yang juga dapat disebut sebagai takmir masjid.

Tim ini bertugas untuk menertibkan jamaah salat Maghrib, Isya, dan Subuh. Karena sebelumnya memang para guru, pembina, maupun pengurus miris melihat kondisi jamaah santri Tebuireng.

Terbentuknya tim itu juga berangkat dari penilaian, terdapat para santri yang bersikap aneh, seperti datang memakai kopiah tapi waktu berdiri salat malah dilepas. Mereka juga tidak berinisiatif agar memilih barisan yang kosong di depannya, malah lebih senang berada di barisan belakang.

Selain itu, ada santri yang tidak berpakaian putih, padahal oleh pesantren baju putih ini wajib digunakan ketika salat Magrib dan Isya’.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Hari ini, Ahad (1/8) sudah terhitung sekitar dua tahun program “Laskar Masjid” tersebut berjalan. Adapun kondisi jamaah masjid Tebuireng sudah menunjukkan kerapian dan ketertiban.

Para santri sudah terbiasa memakai baju putih, mulai cekatan mengisi barisan kosong di depan, selalu memakai kopiah.

Di samping perkembangan yang membanggakan itu, masih ada satu masalah yang harus tetap diatasi. Yaitu tidak sedikitnya santri yang tidur saat pembacaan Surah Waqi’ah usai jamaah Subuh.

Tentu hal ini menyulutkan kinerja “Laskar Masjid”, para petugas lebih banyak menghabiskan tenaga untuk membangunkan para santri. Melihat kondisi ini, akhirnya ta’mir masjid Tebuireng mencoba membuat terobosan baru.

Para santri seluruhnya diharuskan berdiri ketika membaca Waqi’ah (baca: waqi’ahan). Peraturan ini untuk semua santri, mau tidak mau para santri harus berdiri saat membaca Surah Waqiah.

Hal ini tentu diharapkan untuk meminimalisir santri tertidur, juga untuk melatih santri lebih khusyuk, terutama tidak mengantuk saat pembacaan Waqiah berlangsung.

“Cara ini cukup efektif sebagai upaya peningkatan ubudiyah. Kami akan mempertahankan hal ini, supaya santri-santri tidak ngantuk,” ungkap Abdullah Faqih, Koordinator Laskar Masjid.

Pewarta: Yuniar Indra

SebelumnyaJangan Putus Asa, Rahmat Allah Begitu Luas
BerikutnyaBulan Kemerdekaan, IKAPETE Gresik Kibarkan Bendera Merah Putih dan NU