Judul buku : Anakku investasi akhiratku

Penulis : Ust Segaf Baharun, M.HI

Penerbit : Ma’had Darullughoh Waddawah

Tebal buku : 418 hal

Peresensi : Indah Naila*

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Amal jariyah adalah amalan-amalan tertentu yang akan terus mengalirkan pahala kepada pelakunya walaupun dia telah meninggal dunia. Seorang muslim hanya mempunyai dua kesempatan, pertama saat dalam hidupnya. Dimulai dari semenjak dia mencapai batas baligh, aqil hingga meninggal, maka kesempatan yang pertama ini setiap orang dapat menggunakanya, bahkan dapat memaksimalkanya tergantung dari modal keilmuan yang dimilikinya. Karena dengan ilmu tersebut seseorang dapat mengamalkanya kepada hal-hal kebaikan dan dengan ilmu pula seseorang dapat membedakan antara yang utama dengan yang lebih utama dan yang baik dengan yang lebih baik.

Sedangkan kesempatan kedua, dimulai dari setelah kematiannya hingga hari kebangkitan (kiamat) dan tidak dapat dipastikan semua orang akan mendapatkanya, akan tetapi hanya bagi mereka yang belajar ilmu syariat agama serta dapat orang-orang yang dekat kepada kekasih Allah sebagai wasilah pendekatanya kepada Allah.

Hal tersebut merupakan sebuah investasi yang kelak sangat dibutuhkan, karena pada kesempatan kedua itu setiap muslim tidak dapat menggunakanya kecuali pada masa hidupnya, karena ketika seorang muslim meninggal dunia, maka terputuslah darinya segala macam amal kebaikanya, kecuali jika dia mempersiapkan hal tersebut pada masa hidupnya yakni berupa amal jariyah yang akan terus mengalirkan pahala baginya hingga hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadistnya :

“إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ”

Artinya : “Jika telah meninggal bani Adam maka akan terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya”

Di dalam buku yang berjudul “Anakku Investasi Akhiratku” karya Ustadz Segaf Baharun, M.H.I., merupakan salah satu buku yang sangat perlu dibaca dan diketahui oleh orang tua pada umumnya, dikarenakan buku ini menyajikan berbagai macam kajian lengkap tata cara meraih harapan memiliki anak sholeh sehingga kelak nanti anak tersebut dapat menjadi investasi kedua orang tuanya.

Adapun penyajian yang disuguhkan dari buku ini adalah sebagai berikut: Langkah-langkah memilih calon ibu yang baik, melaksanakan perkara yang dianjurkan dan disunnahkan oleh Nabi yang berkaitan dengan anak yang baru dilahirkan, pengasuhan dan pendidikan anak, pembinaan akhlak terhadap anak dimulai sejak dini, pembinaan iman anak-anak sejak dini dan pentingnya peran orang tua untuk menjauhkan anak-anak dari lawan jenisnya sejak dini.

Buku ini dikemas dengan baik dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh kebanyakan orang, sehingga siapapun pembacanya pasti akan mudah mencerna segala penyampaian materi di buku ini, penjelasan yang disampaikan didalam buku ini sangat kongkrit dan mendetail bagaimana proses-proses yang perlu dilalui dalam mendidik anaknya.

Tidak hanya itu, buku ini juga menampilkan daftar nama-nama yang baik di dalam Islam dengan arti-arti yang bagus pula. Sehingga harapannya pembaca dari buku ini apabila kelak ingin memberi nama pada putra maupun putrinya dapat langsung merangkainya dari beberapa nama yang disediakan oleh buku ini.

Tabiat dari seorang anak akan banyak condong kepada ibunya, itulah sebabnya mengapa seorang ibu dikarenakan si anak tersebut berada dalam 1 wadah dengan ibunya, sedangkan isi wadah tersebut tidak akan memercik isinya kecuali pada tempat sekitarnya dan tidak jauh darinya, maka tidak seringkali kita mendengar petuah yang mengatakan ketika orang hamil maka hendaknya berhati-hati melakukan perilaku-perilaku yang tidak baik, karena itu  akan menular kepada anak yang dilahirkanya nanti. (hal 25)

Paragraf di atas merupakan sedikit cuplikan di halaman pertama yang membahas tentang pentingnya peranan ibuk di dalam merawat putra-putrinya agar kelak putra-putri tersebut dapat menjadi investasi akhiratnya.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaKiai Aktivis, Profil Singkat KH Nur Hannan
BerikutnyaTahun Baru 1443 H, Santri Tebuireng Doa Bersama dan Baca Istighosah Hadratussyaikh