
Tebuireng.online- Menyambut Haflah Akhirussanah, Pesantren Tebuireng menggelar Lomba Lalaran Nadham di Serambi Masjid Utama Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (11/06/2026). Kompetisi ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus pendalaman kitab kuning bagi para santri. Perlombaan ini diikuti oleh perwakilan seluruh unit pendidikan di bawah naungan Pesantren Tebuireng, mulai dari tingkat SLTP hingga SLTA.
Penanggung jawab lomba, Ustadz Ali Ibadurrahman, menjelaskan bahwa pihak panitia membebaskan jenis nadham (bait syair) kitab yang dibawakan oleh peserta. Fokus utama penilaian terletak pada inovasi penyajian tanpa mengurangi substansi keilmuan.
“Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengasah kreativitas serta pendalaman intelektualitas para santri. Yang terpenting adalah bagaimana para peserta mampu menampilkan nadham tersebut dengan sekreatif mungkin,” ujar Ali saat ditemui di lokasi acara, Kamis.
Pantauan di lokasi, jalannya perlombaan berlangsung dinamis. Masing-masing kelompok santri mengombinasikan hafalan nadham tradisional dengan aransemen musik modern dan kontemporer.
Para peserta memanfaatkan variasi alat musik seperti darbuka, bass pukul, tam, kendang, hingga instrumen gamelan untuk mengiringi bait-bait nadham yang mereka lantunkan.
Dua juri yang kompeten di bidangnya, Ustadz Darmaji dan Ustadz Iqbal, dihadirkan untuk menilai langsung performa estetika dan akurasi hafalan para peserta.
Ali Ibadurrahman menambahkan, kegiatan tahun ini sengaja dirancang untuk menyelaraskan tradisi pesantren dengan perkembangan zaman, sesuai dengan tema besar yang diangkat.
“Semoga terselenggaranya Lomba Lalaran Nadham ini dapat sejalan dengan tema Haflah Akhirussanah tahun ini, yaitu ‘Santri 5.0: Tingkatkan Intelektualitas dan Moralitas melalui Kreativitas’,” kata Ali.
Melalui kompetisi ini, para santri diharapkan dapat terus memacu potensi diri dan berpikir inovatif, namun tetap memegang teguh nilai-nilai akhlak serta tradisi keilmuan klasika pesantren.
Pewarta: Fatih
Editor: Sutan


















