
Tebuireng.online— Tim Penerimaan Santri Baru kembali menggelar seleksi Fit and Proper Test calon kepala sekolah dan madrasah tingkat SLTP dan SD unit sekolah di bawah naungan Yayasan KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng pada hari kedua pelaksanaan, Kamis (4/6/2026). Kegiatan berlangsung di aula lantai 1 gedung Yusuf Hasyim dan diikuti oleh 16 kandidat dari lima unit pendidikan, yakni SMP A. Wahid Hasyim (AWH), MTs Salafiyah Syafi’iyah, SMP Sains, MTs Sains, dan SDIT Ir. Soedigno.
Baca Juga: Tebuireng Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Sekolah dan Madrasah Tingkat SLTA
Ketua Tim Fit and Proper Test, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si., menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan untuk menjaring calon kepala sekolah dan madrasah yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan lembaga saat ini.
“Pengasuh menunjuk kami sebagai Tim Pemikir dan Pengembang Pondok serta Sekolah. Saat ini kami telah memiliki konsep pengembangan dengan enam unit sekolah yang diorientasikan menuju standar internasional, yaitu MTs Salafiyah Syafi’iyah, MA Salafiyah Syafi’iyah, SMP Sains, SMA Trensains, MA Sains, dan MTs Sains. Bahkan Ma’had Aly juga didorong menjadi lembaga bertaraf internasional,” ujarnya.
Menurut Prof. Maskuri, konsep pengembangan lembaga telah dirancang dengan menekankan kepemimpinan yang mampu menggerakkan sekolah menuju daya saing yang lebih tinggi.
“Sekolah-sekolah yang sedang berkembang harus didorong agar mampu bersaing. Mencari sosok yang benar-benar ideal memang membutuhkan proses. Saat ini kami berupaya memilih yang terbaik dari yang baik,” katanya.
Prof. Maskuri menyampaikan usulan agar seluruh visi dan misi yang dipaparkan para kandidat dapat dihimpun menjadi satu arah pengembangan lembaga yang lebih besar.
“Tadi saya menyarankan agar visi dan misi setiap lembaga nantinya dikumpulkan untuk menjadi satu visi besar,” harapnya.

Dalam proses seleksi, para peserta memaparkan visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih menjadi kepala sekolah atau madrasah. Setelah presentasi, dilakukan pendalaman materi oleh tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si. selaku Ketua Tim TPP-LPP, H. Muhammad Hasyim, M.A. selaku Mudir II Bidang Pendidikan, dan Dr. Abdul Ghofur, M.Pd. selaku Kepala Bidang RISINOV-PPMP.
Kegiatan ini turut disaksikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, beserta Nyai Lelly Lailiyah Hakim, serta jajaran pimpinan pesantren, yakni Mudir I Bidang Keuangan dan Umum Ir. H. Abdul Ghofar, Mudir III Bidang Pondok dan Diniyah H. Lukman Hakim, B.A., Mudir IV Bidang Modal Insani H. Agus Abdul Mughni, S.H., M.A., Mudir V Dr. H. Achmad Roziqi, Lc., M.H.I., Mudir VI KH. Muhamad Riza, dan Kepala Bidang Administrasi Pendidikan H. Soetarno Said, M.Pd., M.Si. Hadir pula para guru senior dari masing-masing unit pendidikan yang bertindak sebagai saksi dalam proses seleksi.
Salah satu kandidat, Moh. Choirurrosidin, S.E., mengangkat tema besar transformasi pendidikan di era teknologi. Ia menekankan pentingnya membekali peserta didik agar mampu bersaing di masa depan tanpa meninggalkan harakah dan nilai-nilai perjuangan Hadratussyaikh.
Sementara itu, kandidat dari SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng, Anas, M.HI., mengusung visi bertajuk “Transformasi Menuju Smart & Green School: Strategi Penguatan Tata Kelola Berbasis Riset dan Fondasi Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim“.
Adapun kandidat dari SMP Sains, AH. Syahri Sholehan Arif K., S.Pd.I., menawarkan gagasan “Majma’ al-Bahrain”, sebuah konsep integrasi antara sains dan spiritualitas yang diinspirasi dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir.
“Kalau saya gambarkan, Nabi Musa adalah SMP Sains, sedangkan pesantren adalah Nabi Khidir. Dua konsep ini tidak dapat dipisahkan. Ada lautan rasionalitas Nabi Musa dan lautan spiritualitas Nabi Khidir. Tujuan akhirnya adalah membentuk manusia rabbani,” jelasnya.
Menurut Syahri, manusia rabbani memiliki tiga karakter utama, yakni alim, amil, dan muallim.
“Selain pintar dan memiliki pengetahuan yang luas serta menjadi saintis yang hebat, seseorang juga harus mampu mengamalkan ilmunya. Pada akhirnya, ia harus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Anik Muflihah, S.Pd., kandidat dari SMP Sains Jombok, mengusung tema “Transformasi SMP Sains Menuju Sekolah Unggul dalam Riset Bertaraf Internasional”.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menekankan tiga pilar utama. Pilar pertama adalah integrasi kurikulum sains dengan kurikulum nasional. Pilar kedua berfokus pada penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis sebagai landasan karakter peserta didik. Adapun pilar ketiga adalah pengembangan jejaring global (global network).


















