Perkuat Persatuan Alumni, Pembangunan Graha IKAPETE di Tebuireng Resmi Dimulai

53
Pembangunan Graha Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan gerbang parkir Makam KH Abdurrahman Wahid, Pesantren Tebuireng, Sabtu pagi (18/4/2026). Foto: Irsyad

Tebuireng.online- Pembangunan Graha Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) di kawasan gerbang parkir Makam KH Abdurrahman Wahid, Pesantren Tebuireng, Sabtu pagi (18/4/2026). Momentum ini menjadi rangkaian strategis dalam Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE 2026 dan Festival Pesantren Tebuireng.

Prosesi simbolis penanaman paku bumi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh pesantren, di antaranya Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH. Riza Yusuf Hasyim (Gus Riza), KH. Agus Abdul Mughni (Gus Mughni), dan KH. Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi), serta ratusan alumni.

Ketua Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Masykuri Bakri, menegaskan bahwa gedung ini akan menjadi simbol pemersatu sekaligus pusat penguatan ekonomi berbasis pesantren. “Graha IKAPETE adalah sarana untuk menyatukan alumni. Di sini nanti menjadi pusat perekonomian dan pembangunan ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah,” ungkapnya.

Wakil Ketua Panitia Pembangunan Graha IKAPETE, Muhammad Faizin, menjelaskan bahwa gedung ini dibangun di atas lahan hibah dari Yayasan Tebuireng seluas sekitar 2.000 meter persegi. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis dan masih berada di kawasan lingkungan pesantren.

Lanjutnya, secara teknis, gedung ini dirancang dengan konsep tiga lantai yang multifungsi. Lantai pertama akan difungsikan sebagai pusat pengembangan usaha produktif, lantai kedua untuk perkantoran, dan lantai ketiga sebagai penginapan “Tujuannya agar bisa dipakai untuk kegiatan apa pun. Konsep utamanya kesekretariatan, namun ada lembaga usaha untuk pemanfaatan secara ekonomi,” jelas Faizin. Pembangunan ini dikawal oleh tim teknis yang terdiri dari Gus Ghofar, Fatma, Syauqi, dan Muhammad Faizin.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam sambutannya, Gus Kikin menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol persatuan dan kebersamaan alumni.

“Menyatukan hati dan langkah amalan kita semua, jadi ruh dan jasad kita menyatu. Ini adalah upaya kita membangun simbol persatuan untuk masa depan,” tutur beliau.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan integritas dalam membangun organisasi.

“Penting kita saling mendukung. Kita harus menunjukkan integritas kita dan selalu mengikuti aturan-aturan yang ada,” pesannya.

Pembangunan Graha IKAPETE ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran alumni Pesantren Tebuireng, tidak hanya dalam bidang keilmuan dan dakwah, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan graha IKAPETE. Foto: Irsyad

Pewarta: Albii

Editor: Sutan