
Tebuireng.online- Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng sukses menorehkan prestasi dalam ajang Nahdlatul Ulama Student Games (NUSGA) 2025. Melalui karya berjudul “Yuk Ngopi”, tim delegasi Ma’had Aly ini berhasil meraih Juara 2 pada cabang lomba Film Pendek yang diselenggarakan oleh PC IPNU IPPNU Jombang.
Pengumuman juara sekaligus penyerahan penghargaan dilakukan pada Minggu (15/02/2026), bertepatan dengan momentum Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Jombang. Prestasi ini menjadi bukti eksistensi santri Ma’had Aly dalam dunia kreatif dan sinematografi.
Film “Yuk Ngopi” mengusung tema mendalam mengenai refleksi kebebasan, suara, dan tanggung jawab di era krisis moralitas serta intelektualitas. Koordinator film sekaligus sutradara, M. Zidan Al Aziz, menjelaskan bahwa judul tersebut bukan sekadar ajakan minum kopi biasa.
“Secara filosofis, ‘Yuk Ngopi’ merepresentasikan kehangatan sebuah simbol dialog, refleksi, dan ruang bertukar pikiran yang sehat. Kami ingin menghadirkan suasana diskusi yang jernih sebagaimana saat seseorang menikmati secangkir kopi,” ujar Zidan.
Melalui visualisasi yang apik, film ini menanamkan pentingnya kualitas keilmuan di atas sekadar popularitas. Selain itu, tim produksi menekankan urgensi sanad keilmuan yang jelas serta mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terdoktrin oleh kepentingan duniawi yang dibalut narasi keagamaan.
Di balik kesuksesan ini, terdapat cerita perjuangan yang tidak mudah. Zidan mengungkapkan bahwa produksi film ini bermula dari keresahan pribadi untuk menghidupkan kembali semangat berkarya yang sempat vakum.
“Awalnya saya sempat menawarkan naskah ke tim lama namun tidak ada tanggapan. Akhirnya saya memutuskan mengajak rekan-rekan baru yang benar-benar memiliki semangat, tekad, dan effort dari nol,” ungkap Zidan yang juga merangkap sebagai penulis naskah, kameramen, sekaligus editor.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Bersama para pemeran yakni Moh. Ali Fahmi, Happy Aprilla Rizki, Masruhan, dan Damar Prayogi, tim ini berhasil memberikan hasil maksimal pada kesempatan pertama mereka.
Meski baru meraih juara di tingkat daerah, Zidan dan tim berkomitmen untuk tidak cepat berpuas diri. Baginya, penghargaan ini merupakan pemantik untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan karya ke depan.
“Alhamdulillah, ini menjadi langkah awal bagi kami untuk terus berproses dan berbenah. Insyaallah, target kami ke depan adalah menorehkan prestasi di tingkat nasional,” tambah mahasantri Ma’had Aly tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari perjalanan panjang dan dinamika yang melatarbelakangi proses produksi film. Upaya untuk kembali menghidupkan semangat berkarya akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan ini.
Zidan dan tim produksi berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan karya, sehingga dapat meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.
“Keberhasilan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya intelektual yang kritis, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai keilmuan yang kuat,” pungkasnya.
Pewarta: Fatih Maulana
Editor: Sutan


















