
Tebuireng.online– Medali perunggu berhasil dibawa pulang dari Kota Malang oleh seorang pelajar SMP asal Jombang. Langit Nusantara Arkantera, siswa kelas 8D SMP Sains Tebuireng Jombok, meraih Bronze Medal cabang Science Olympiad dalam ajang MANTSANISMA Olympiad & Research Championship jenjang SMP/MTs sederajat tingkat nasional tahun 2026.
Ajang kompetisi akademik tingkat nasional tersebut diselenggarakan oleh MAN 2 Kota Malang dan berlangsung pada 7–8 Februari 2026 di Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi wadah unjuk kemampuan siswa dalam bidang sains dan riset.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Juara di Ajang Tolak Peluru Kabupaten
Langit Nusantara Arkantera lahir pada 31 Januari 2012 dan berdomisili di Kota Batu. Ia merupakan siswa SMP Sains Tebuireng Jombok yang dikenal aktif mengikuti ajang olimpiade. Hingga saat ini, Langit tercatat telah mengikuti total 12 olimpiade, meliputi dua olimpiade Matematika, dua olimpiade TIK, satu olimpiade Bahasa Inggris, serta tujuh olimpiade IPA.
Bagi Langit, mengikuti olimpiade bukan sekadar kompetisi, tetapi juga proses pengembangan diri. “Sering ikut olimpiade itu tandanya punya bakat di bidang tertentu, tapi kalau sering juara berarti bakat itu dipadukan dengan kerja keras,” ujarnya. Ia juga mengingat momen saat pertama kali meraih juara. “Waktu pengumuman dan nama saya disebut, rasanya deg-degan, kaget, tapi happy banget,” katanya.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Silver Medal di MORPH 2026
Keberhasilan meraih medali juga memberikan kebahagiaan tersendiri. “Menang rasanya bahagia banget, dapat uang bisa ditabung untuk masa depan,” tutur Langit. Selain itu, sertifikat hasil kejuaraan ia manfaatkan sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA yang diinginkan.
Di luar kegiatan akademik, Langit memiliki minat pada story writing dan hobi membuat gim. Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar yang sering dihadapi menjelang lomba adalah menjaga motivasi belajar. “Kesulitannya lebih ke motivasi, kadang bingung harus belajar apa dan metodenya gimana,” ungkapnya.
Dalam proses persiapan lomba, Langit menjalani tahapan belajar yang terstruktur. Ia memulai dengan menentukan materi sesuai silabus dan kisi-kisi lomba, kemudian memahami konsep, rumus, serta diagram secara menyeluruh. “Setelah itu pemantapan pemahaman dan uji coba dengan soal-soal yang lebih susah dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Juara 1 Olimpiade IPA Nasional OSIRIS
Langit menyampaikan harapannya, ke depan dapat terus meningkatkan prestasi di bidang olimpiade. “Harapan saya bisa belajar lebih giat supaya bisa menang olimpiade dan dapat juara lebih banyak,” pungkasnya. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berani berkompetisi dan mengembangkan potensi akademik di tingkat nasional.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















