
Tebuireng.online— Ajang kompetisi sains kembali menjadi ruang pembuktian bagi siswa SMP Sains Tebuireng Jombok. Salah satunya datang dari Nabhaan Farros Athaillah, siswa kelas 9D yang tampil menonjol dalam kompetisi MORPH 2026 yang digelar di MAN 2 Kota Malang.
Kompetisi MORPH 2026 diawali dengan babak penyisihan secara daring pada Januari 2026. Dari tahap tersebut, peserta terbaik lolos ke semifinal offline yang diikuti 50 besar pada 7 Februari 2026 di MAN 2 Kota Malang. Selanjutnya, 15 peserta terbaik kembali bersaing di babak final yang digelar pada 8 Februari 2026.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Juara 1 Olimpiade IPA Nasional OSIRIS
Bagi Nabhaan, yang lahir di Sangatta Utara, Kutai Timur, 4 Maret 2011, keikutsertaan dalam MORPH 2026 menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas jejaring akademik.
Siswa yang telah menekuni dunia olimpiade sejak kelas VIII itu mengaku sudah mengikuti sekitar delapan ajang olimpiade dan kompetisi akademik.
“Dari kelas 8 sampai 9, kurang lebih ada delapan olimpiade atau ajang kompetisi yang pernah saya ikuti,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurutnya, MORPH 2026 memiliki keunikan tersendiri, terutama pada babak final. Para finalis mendapat kesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan para juara MAN 2 Kota Malang yang dikenal sebagai peraih juara umum OSN, OPSI, dan OMI tingkat nasional.
“Yang membedakan event MORPH kali ini dengan event-event sebelumnya ada di babak final. Peserta finalis diberi kesempatan berjumpa dan berbincang langsung dengan para juara di MAN 2 Kota Malang,” tuturnya.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi dan Voucher Umrah di NCC 2026
Ia menilai mengikuti olimpiade bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pengalaman dan relasi.
“Serunya ikut olimpiade itu jelas dapat uang hasil juara, tapi selain itu juga dapat benefit lain, seperti relasi baru. Kalau sering menang juga lebih mudah untuk daftar sekolah di jenjang selanjutnya,” katanya.
Meski telah meraih sejumlah prestasi, Nabhaan berupaya menjaga konsistensi dalam belajar dan berlatih. Ia bahkan mengaku biasa mengadakan syukuran kecil setiap kali berhasil meraih pencapaian.
Tak hanya aktif di bidang akademik, Nabhaan juga mencoba berbagai kegiatan lain. Ia pernah mengikuti lomba riset seperti OPSI, menjadi delegasi bulutangkis dan voli, serta aktif di organisasi sekolah.
“Awalnya saya coba-coba ikut seleksi olimpiade, eh ternyata keterusan,” ujarnya.
Baca Juga: Inspiratif! Simak Perjalanan Siswi SMP Sains di Olimpiade BBB International
Namun, perjalanan sebagai siswa olimpiade tidak selalu berjalan mulus. Nabhaan mengakui masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal perizinan lomba, pembinaan, dan manajemen waktu.
“Kesulitan yang sering saya alami itu perizinan ikut lomba dan pembinaan yang masih kurang jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain yang anak olimpiadenya pernah saya ajak sharing. Manajemen waktu dengan kegiatan lain juga jadi tantangan,” katanya.
Dalam proses belajar, ia menerapkan metode yang fleksibel. Ia membaca materi dan mengerjakan latihan soal secara mandiri, serta berdiskusi dengan guru pembimbing ketika menemukan kesulitan. Ia juga rutin belajar bersama guru pembina.
“Kalau belajar sendiri, saya membaca materi dan latihan soal. Kalau ada yang tidak paham, saya tanya ke guru pembimbing. Kalau belajar bersama guru, biasanya ada diskusi dan latihan soal juga dengan Ustadzah Anggun,” paparnya.
Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi Internasional di IISRO 2025
Ke depan, Nabhaan berharap dapat terus melanjutkan kiprahnya di dunia olimpiade hingga jenjang SMA dan fokus pada bidang yang diminatinya.
“Harapan saya di olimpiade SMA nanti bisa fokus di bidang yang saya minati, tetap semangat belajar, dan prestasi ini bisa terus dipertahankan untuk meraih kemenangan,” ujarnya.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















