Ma’had Aly Tebuireng Perluas Jejaring Akademik Berskala Internasional

108

Tebuireng.online— Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng melaksanakan perjalanan akademik internasional ke Malaysia pada Rabu (7/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Dr. H. Mohamad Anang Firdaus selaku Vice Chancellor of Ma’had Aly Hasyim Asy’ari bersama rombongan. 

Baca Juga: Perkuat Silaturilmi Ilmiah, Ma’had Aly Tebuireng Lakukan Academic Visit ke IIUM Malaysia

Dalam keterangannya, Dr. Mohamad Anang Firdaus menjelaskan bahwa rombongan akan mengunjungi empat destinasi utama, yakni International Islamic University Malaysia (IIUM), Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), serta bersilaturahmi dengan ulama hadis kontemporer, Sayyid Abdul Majid Al-Ghuri.

Kunjungan pertama dilakukan ke International Islamic University Malaysia (IIUM), tepatnya ke Fakultas Al-Qur’an dan Sunnah. Pada kesempatan tersebut, rombongan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari mempresentasikan profil kampus, kekhasan keilmuan, serta fokus kajian turats dan penelitian yang dikembangkan.

“Alhamdulillah, kami disambut dengan sangat baik. Kami mempresentasikan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari beserta keunggulannya, khususnya dalam kajian turats dan fokus riset,” ujar Dr. Anang.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia menambahkan, hasil dari kunjungan tersebut ditindaklanjuti dengan rencana kerja sama akademik yang kemudian dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding).

Usai dari IIUM, rombongan melanjutkan kunjungan ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Di kampus tersebut, Dr. Anang menyempatkan diri menemui para mahasantri Marhalah Tsaniyyah Ma’had Aly Hasyim Asy’ari yang sedang menempuh program double degree.

Baca Juga: Mahasantri Ma’had Aly Angkatan Syalmahat Gelar Rihlah Ilmiah ke Ponpes Darul Hikmah Mojokerto

Saat sesi diskusi bersama mahasantri Marhalah Tsaniyyah Ma’had Aly Hasyim Asy’ari yang sedang menempuh program double degree.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC). Di kampus ini, rombongan menggelar kegiatan bedah Majalah Tebuireng edisi 99 Juli–Agustus dengan tema “Santri Serba Ahli atau Setengah Jadi?”.

“Pada kunjungan ke ISTAC, kami juga mengadakan bedah Majalah Tebuireng edisi 99,” jelasnya.

Selain itu, rombongan berkesempatan mengunjungi perpustakaan milik Syaikh Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Di sana, mereka mempelajari pengelolaan jurnal ilmiah yang berstandar internasional.

“Di perpustakaan tersebut kami belajar bagaimana pengelolaan jurnal berskala internasional,” tambahnya.

Agenda terakhir adalah bersilaturahmi (sowan) kepada Sayyid Abdul Majid Al-Ghuri, seorang ulama pakar ilmu hadis kontemporer. Kunjungan ini memiliki makna khusus, mengingat salah satu karya beliau, Al-Murjalah Hadis, digunakan sebagai buku ajar di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari.

Baca Juga: Mahasantri Ma’had Aly Tebuireng Raih Juara Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an di UIN Surabaya

“Kami sowan kepada Sayyid Abdul Majid Al-Ghuri, ulama hadis kontemporer yang kitabnya digunakan sebagai rujukan pembelajaran di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari,” ungkap Dr. Anang.

Menurutnya, perjalanan internasional ini membawa misi besar, yakni memperkenalkan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari secara distingtif di tingkat global.

“Ma’had Aly ini memiliki kekhasan dalam originalitas riset dan konsentrasi pada tradisi keilmuan Islam klasik. Ini penting untuk dikenalkan ke dunia,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tradisi keilmuan yang dimaksud meliputi praktik keilmuan ulama salaf seperti syarah, tahkik, talkhis, takhrij hadis, hingga tradisi rauḥah dan khataman kitab Shahih Bukhari dan Muslim.

“Di tengah arus integrasi keilmuan dan kontekstualisasi teks, Ma’had Aly hadir dengan konsentrasi pada preservasi tradisi ulama terdahulu, sekaligus mengontekstualisasikan turats agar relevan dengan tantangan zaman,” pungkasnya.




Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary