Tahun Baru 2026, IKAPETE Jember Gelar Ngaji Tafsir Aktual bersama Kiai Musta’in Syafi’i

110
Dokumentasi peserta dari IKAPETE Jember saat mengikuti ngaji tafsir aktual bersama KH. Musta’in Syafi’i. Foto: Hoo

Tebuireng.online- Jember- Mengawali tahun 2026, Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) Jember menggelar rutinan Ahad Legi pada Minggu (4/1/2026). Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini diisi dengan pengajian Tafsir Aktual bersama pakar tafsir dari Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Dr. KH. Musta’in Syafi’i.

Acara yang berlangsung khidmat di kediaman Prof. Gus Sholeh Avivi ini bertujuan memperkuat ikatan antar-alumni sekaligus tabarukan (mencari berkah) kepada garis keilmuan pesantren.

Ketua Ikapete Jember, Imam Bukhori, mengungkapkan bahwa konsistensi pertemuan ini sangat penting untuk “ngurip-nguripi” atau menghidupkan peran alumni Tebuireng di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, Ikapete Jember bisa istiqomah. Selain kumpul anggota, agenda ini dibarengi dengan tholabul ilmi melalui Ngaji Tafsir Aktual bersama Kiai Musta’in Syafi’i,” ujar Imam. Ia berharap kegiatan ini menjadi bahan bakar semangat bagi anggota untuk terus memberikan kontribusi terbaik, baik bagi organisasi maupun warga Jember.

Dalam tausiyahnya, Kiai Musta’in Syafi’i atau yang akrab disapa Kiai Tain, menyoroti fenomena perkembangan Islam di dunia. Menurutnya, pemeluk Islam meningkat signifikan karena banyak orang mulai mendalami kebenaran Al-Qur’an. Namun, ia memberikan kritik pedas terhadap kondisi di dalam negeri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Banyak negara non-muslim yang justru terlihat lebih ‘islami’ karena menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, sehingga kemajuan mereka pesat. Sebaliknya, di Indonesia banyak orang muslim tetapi angka korupsinya luar biasa,” sentil Kiai Tain.

Selain masalah moralitas, beliau juga menyinggung bencana banjir yang melanda Sumatera sebagai pengingat pentingnya fikih Lingkungan. Ia menegaskan bahwa eksploitasi hutan yang membabi buta adalah ancaman nyata yang harus segera dihentikan.

Kiai Tain berpesan agar para alumni Tebuireng tetap memegang teguh prinsip Islam di tengah dinamika politik pemerintahan. Ia mengibaratkan perjuangan alumni seperti kisah seekor burung kecil yang mencoba memadamkan api saat Nabi Ibrahim AS dibakar.

Meski air yang dibawa hanya sedikit dalam paruhnya, burung itu tetap bergerak. “Setidaknya burung itu telah melakukan apa yang ia bisa, agar bisa menjawab di akhirat kelak,” tuturnya.

Secara khusus, beliau mendorong Ikapete untuk melakukan konsolidasi dan berani bersuara secara institusi. “Alumni kalau bisa memberikan pernyataan sikap agar UU Antikorupsi memperberat hukuman bagi para koruptor,” tegas Kiai Tain.

Kegiatan rutin dua bulanan ini tidak hanya dihadiri alumni dari Jember, tetapi juga perwakilan Ikapete Bondowoso dan Lumajang. Hadir pula para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Alumni Tebuireng di Jember (Halte) yang sedang menempuh studi di berbagai kampus di Jember.

 


Pewarta: Syafik Hoo

Editor: Sutan