Pesantren Tebuireng Putri Kesamben Raih Penghargaan Eco Pesantren Tingkat Jawa Timur

2402
Dokumentasi perwakilan pihak Pesantren Tebuireng Putri Kesamben saat menerima penghargaan eco pesantren Jawa Timur (dok. istimewa)

Tebuireng.online– Pesantren Tebuireng Putri Kesamben raih prestasi membanggakan sebagai “Eco Pesantren” tingkat Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan dalam program Eco Pesantren yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan diserahkan pada acara penganugerahan yang berlangsung pada Rabu (24/12/2025), di gedung Graha Wisata Surabaya.

Penghargaan tersebut diterima oleh perwakilan Pesantren Tebuireng Putri Kesamben, Ustadz Mansur, selaku Kepala Pondok Sains Tebuireng Kesamben tahun 2025. Dari puluhan pesantren di Jawa Timur, hanya sekitar 20 pesantren yang berhasil meraih predikat Eco Pesantren, dan Pesantren Tebuireng Putri Kesamben menjadi salah satunya.

Baca Juga: Santri MTs Sains Kesamben Raih Prestasi Olimpiade Bahasa Arab

Kepala Pondok Sains Kesamben tahun 2024, Ustadz Mudhfar, yang mengoordinasikan seluruh persiapan Eco Pesantren, menjelaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas pesantren. “Eco Pesantren bagi Pesantren Tebuireng Kesamben adalah motivasi dan penyemangat agar usaha yang kita lakukan bersama para guru, ustadz, ustadzah, dan santri untuk menjadikan pesantren bersih, indah, asri, dan nyaman dapat terwujud serta mendapat dukungan dari semua pihak,” ujarnya.

Namun demikian, beliau menegaskan bahwa Eco Pesantren bukanlah tujuan akhir. “Eco Pesantren bukan cita-cita, karena masih ada PR yang harus terus dibenahi agar benar-benar menjadi pesantren yang eco dan mandiri,” tambahnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Menurut Ustadz Mudhfar, tidak ada program unggulan khusus yang ditonjolkan. Komitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan justru menjadi kekuatan utama. “Kami berkomitmen menjaga lingkungan pesantren tetap bersih dan indah. Hal ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung, baik wali santri maupun instansi pemerintah, hingga akhirnya pesantren kami dibidik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang untuk mewakili ke tingkat Jawa Timur,” jelasnya.

Foto piagam penghargaan yang diperoleh oleh Pesantren Tebuireng Putri Kesamben (dok. istimewa)

Awalnya, terdapat lima pesantren yang dibina oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, kemudian mengerucut menjadi dua pesantren. “Alhamdulillah, pesantren kami berhasil membawa predikat Eco Pesantren tingkat Jawa Timur,” ungkapnya.

Baca Juga: Panen Prestasi! Siswa SDIT Ir. Soedigno Kesamben Borong 14 Penghargaan di Akhir Tahun

Kepala MTs Sains ini menuturkan bahwa konsep Eco Pesantren mulai diterapkan pada tahun 2024 setelah mendapatkan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pesantren lain yang lebih dulu meraih penghargaan serupa. “Awalnya kami belum tahu konsep Eco Pesantren. Setelah ada pembinaan, barulah kami mulai mengembangkan dan menerapkannya,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peran pimpinan pesantren menjadi kunci utama. “Semua program harus dimulai dari atas. Kepala pondok melakukan komunikasi dan sosialisasi, kemudian bekerja sama dengan kepala madrasah, guru, staf, hingga pegawai kebersihan dan keamanan agar program ini didukung semua pihak,” ujarnya.

Berbagai kebiasaan ramah lingkungan kini telah membudaya di kalangan santri. “Santri diwajibkan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, menjaga kebersihan kamar dan lingkungan, berolahraga rutin setiap Jumat, serta mengonsumsi makanan sehat,” jelas Ustadz Mudhfar.

Dalam pengelolaan lingkungan, pesantren menerapkan prinsip 3R. “Kami sudah menerapkan Reduce dan Reuse. Untuk Recycle, kami bekerja sama dengan Bank Sampah Tebuireng dan Bank Sampah Induk Jombang. Untuk air dan energi, kami masih pada tahap kampanye hemat penggunaan,” katanya.

Baca Juga: Santri MA Sains Tebuireng Raih Juara 1 Lomba Melukis Hari Santri Nasional 2025

Beliau mengakui bahwa tantangan terbesar muncul pada tahap awal pelaksanaan. “Yang paling berat itu ketika memulai. Tapi karena sejak awal kami berkomitmen menjadi pesantren bersih, penyesuaiannya tidak lama. Konsep Eco Pesantren kami adalah dari santri, oleh santri, dan untuk santri,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai keislaman menjadi landasan utama dalam membangun kesadaran lingkungan. “Kami berpedoman pada nilai keislaman dan harakah Hadratussyaikh. Di sana banyak referensi tentang kewajiban menjaga bumi, kebersihan, dan kesehatan. Ditopang dengan ilmu sains, konsep ini menjadi semakin terpadu,” tuturnya.

Dampak program Eco Pesantren dirasakan secara nyata. “Lingkungan menjadi asri dan indah. Hidup bersih dan sehat semakin mudah dijalani. Dulu santri sakit kudis dianggap biasa, sekarang sudah menjadi sesuatu yang asing. Selain itu, ada dampak ekonomis karena sampah bisa bernilai dan penggunaan air serta energi menjadi lebih efisien,” ungkapnya.

Ke depan, Pesantren Tebuireng Putri Kesamben berkomitmen melanjutkan program ini. “Kami ingin melanjutkan Eco Pesantren ke tahap selanjutnya. Apalagi didukung dengan program Adiwiyata di madrasah, sekali dayung dua tujuan bisa tercapai,” katanya. Beliau juga berharap pesantren ini dapat menjadi pesantren percontohan. “Kedepannya kami membutuhkan dukungan penuh dari pesantren Tebuireng terutama Kyai dan Bu nyai, yayasan, dinas lingkungan hidup dan mitra pesantren lainnya agar perjalanan ECO pesantren d Tebuireng Putri Kesamben dpt berjalan sesuai yg diinginkan,” pungkasnya.

Baca Juga: Di Hari Santri, Pesantren Tebuireng Putri Kesamben Launching Program Literasi

Sementara itu, Ustadz Mansur menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. “Saya bersyukur Pesantren Tebuireng Putri Kesamben bisa menerima penghargaan Eco Pesantren. Dari sekian banyak pesantren, hanya sekitar 20 lebih yang mendapat, dan Kesamben menjadi salah satunya,” ujarnya.

Beliau menilai penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan. “Ini tantangan agar Pesantren Tebuireng Putri Kesamben tetap konsisten menjaga lingkungan, tidak hanya saat lomba, tetapi menjadi karakter pengurus, santri, dan seluruh keluarga besar pesantren,” tegasnya.

Penghargaan Eco Pesantren sendiri merupakan program Gubernur Jawa Timur, sehingga anugerah yang diraih Pesantren Tebuireng Putri Kesamben berada pada tingkat wilayah Jawa Timur dan menjadi bukti komitmen pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis nilai keislaman.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary