
Tebuireng.online— Rombongan Pesantren Tebuireng 3 Riau melakukan kunjungan ke Pesantren Tebuireng pusat, Jombang, pada Senin (29/12/2025). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan ziarah Wali Songo yang dilakukan mulai dari wilayah Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Setibanya di Tebuireng, rombongan disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, Gus Ghofar dan H. Luqman Hakim, selaku Mudir Pesantren Tebuireng, di aula lantai 1 gedung KH. Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng.
Pada kesempatan itu, Pengasuh Pesantren Tebuireng 3 Riau, KH. Muhammad Mansyur, SA, S.Pd.I, M.Ag, menjelaskan bahwa kunjungan ini memiliki dua tujuan utama, berziarah ke makam para Wali Songo serta menjalin silaturahmi dengan Tebuireng pusat.
“Tujuan utama ziarah Wali Songo ini adalah sebagai warga Nahdliyin, kami ingin mengenalkan kepada para santri tentang sejarah penyebaran Islam oleh para Wali. Ini saatnya para santri melihat langsung lokasi-lokasi bersejarah itu, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur,” ungkapnya.
Baca Juga: Pesantren Tebuireng 3 Semarakkan Shalawat Malam Jumat Legi
Selain bernilai edukatif, kegiatan ini juga diharapkan membawa keberkahan.
“Sebagai warga Nahdliyin, kita mengenal istilah barokah. Karena itu, kami mengajak para santri untuk berdoa melalui wasilah para auliya’ agar mendapatkan keberkahan dari Allah,” tambahnya.
Adapun kunjungan ke Tebuireng pusat dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan serta penyambung sanad keilmuan.
“Kita datang untuk silaturahmi, sowan kepada masyayikh agar para santri mengetahui pusatnya Tebuireng. Bahkan kami berharap kunjungan ini menjadi niat awal agar ke depan mereka bisa benar-benar nyantri di Tebuireng,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Hakim Mahfudz menyampaikan pesan kepada rombongan bahwa keberkahan ilmu sangat erat kaitannya dengan ikatan batin antara murid dan guru.
Baca Juga: Tanam Semangat Juang, SMK Tebuireng 3 Libatkan Guru dan Siswa dalam Lomba Hari Pahlawan
“Ilmu akan masuk ke dalam hati apabila ada ikatan batin. Maka kalau ingin mendapatkan ilmu dari Tebuireng, sambungkan dulu hati dan batinnya. Kalau hatinya sudah tersambung, insyaAllah ilmunya ikut tersambung,” pesan beliau.
Di akhir kunjungan, KH. Muhammad Mansyur turut menceritakan bahwa di Pesantren Tebuireng 3 secara rutin digelar kegiatan pengajian bulanan setiap Selasa Legi, dengan mengundang para alumni dalam rangka menjaga hubungan silaturahmi.
“Setiap Selasa Legi kami mengadakan pengajian kitab Ad-Dibyan bersama para alumni. Ini menjadi wadah menjaga hubungan dan sanad silaturahmi secara berkelanjutan,” tutupnya.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















