
Tebuireng.online- Kabar membanggakan datang dari Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng. Wakil Mudir bidang Kemahasantrian Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr. Mohammad Hamsa Fauriz, S.Pd.I., M.H., sukses meraih Juara 3 Anugerah Guru, Kepala, dan Pengawas (GTK) Berprestasi tingkat Kabupaten Jombang tahun 2025.Penganugerahan ini digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag RI.
Dr. Hamsa menjelaskan bahwa Anugerah GTK merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Agama kepada insan pendidikan yang berprestasi. “Penganugerahan ini adalah untuk memberikan penghargaan kepada guru, kepala madrasah, dan pengawas yang berprestasi tingkat Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Ia menuturkan, Anugerah GTK merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama. “Acara Anugerah GTK ini dilaksanakan setiap tahun dalam rangka HAB Kementerian Agama, dan pada tahun 2025 ini bertepatan dengan HAB ke-80,” jelasnya.
Proses seleksi hingga dirinya terpilih sebagai juara tidaklah singkat. Ia menyebutkan bahwa terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui oleh para peserta. “Tahapannya dimulai dari pengiriman portofolio, kemudian seleksi portofolio, penetapan finalis, dan yang terakhir presentasi best practice serta wawancara dengan dewan juri,” ungkapnya.
Pada kategori Guru Madrasah Aliyah, seleksi awal diikuti oleh 24 guru MA negeri dan swasta se-Kabupaten Jombang. Dari jumlah tersebut, terpilih enam orang finalis yang melaju ke grand final. Sementara itu, secara keseluruhan Anugerah GTK mempertandingkan sembilan kategori, mulai dari guru RA hingga pengawas madrasah dan PAIS.
Grand final Anugerah GTK dilaksanakan pada 17 Desember 2025 dan bertempat di MAN 1 Jombang. Dr. Hamsa mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang berkontribusi terhadap capaian penghargaan ini adalah komitmennya dalam meningkatkan kompetensi diri. “Saya terus aktif meningkatkan kompetensi dengan mengikuti berbagai seminar, pelatihan, dan kegiatan-kegiatan keilmuan yang mencerdaskan,” katanya.
Ia juga menekankan peran besar lingkungan kerja dalam mendukung pengembangan profesionalnya. “Para pimpinan madrasah, khususnya Bapak Kepala MASS Seblak, Bapak Budi Santoso, S.Pd.I., sangat mendukung saya dalam mengikuti pelatihan, seminar, short course, dan kegiatan pengembangan kompetensi lainnya, termasuk dalam mengikuti Anugerah GTK ini,” tuturnya.
Di tengah dinamika transformasi pendidikan, Dr. Hamsa menilai bahwa guru harus memiliki nilai utama yang seimbang antara kecerdasan lahir dan batin. “Guru saat ini selain harus cerdas secara dhohir juga harus cerdas secara batin. Kecerdasan batin itu adalah akhlak yang bagus atau mulia,” tegasnya.
Ia juga memaknai peringatan HAB ke-80 sebagai momentum refleksi. “Peringatan HAB ini tidak boleh hanya diniati untuk menjadi juara, tetapi lebih dari itu sebagai bentuk perhatian Kementerian Agama terhadap GTK yang berprestasi, serta sebagai wadah untuk semakin berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya.
Terkait dampak penghargaan tersebut, ia berharap Anugerah GTK dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional. “Mendidik itu tidak hanya membuat peserta didik pintar, tetapi juga harus benar. Pintar dalam pemikiran dan kecerdasannya, dan benar dalam tingkah laku serta akhlaknya,” katanya.
Di akhir wawancara, Dr. Hamsa menyampaikan harapannya untuk dunia pendidikan, khususnya Ma’had Aly di bawah naungan Kementerian Agama. “Semoga semangat mencerdaskan kehidupan bangsa ini dilandasi dengan ketulusan hati dan rasa ikhlas tanpa pamrih. Untuk Ma’had Aly, semoga menjadi tempat mencetak generasi unggul yang cerdas dhohir dan batin, bermanfaat untuk dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar terus berkarya dan berinovasi. “Tetap semangat untuk berbuat baik. Ketika kita menanam kebaikan, maka yang akan kita tuai juga kebaikan. Semangat berbuat baik harus dilandasi dengan ketulusan dan keikhlasan tanpa pamrih. Ketika akhirat kita cari, maka dunia akan otomatis kita dapatkan,” pungkasnya.
Pewarta: Albi
Editor: Muh. Sutan


















