
Tebuireng.online- Citra santri yang hanya berkutat pada kitab kuning nampaknya harus ditepis. Buktinya, delegasi santri dari SMP Sains Tebuireng Jombang sukses menyabet prestasi gemilang dalam ajang International Islamic Robotic Olympiad (IISRO) 2025.
Tidak tanggung-tanggung, tiga tim sekaligus berhasil membawa pulang gelar Juara 3 dalam kategori Maze Solving U19 First Step. Kompetisi bergengsi ini digelar di UIN Walisongo Semarang pada 22–24 Desember 2025, diikuti ratusan peserta dari berbagai negara.
Salah satu peserta, Zumrotus Sholihah, menjelaskan bahwa IISRO 2025 merupakan kompetisi robotika berskala internasional yang diselenggarakan pada 22–24 Desember 2025 di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Ajang ini diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai daerah dan negara, dengan tujuan meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam bidang teknologi serta robotika.
“Kompetisi ini tidak hanya tentang lomba, tetapi juga melatih pola pikir algoritma, kreativitas, dan kemampuan pemrograman robot secara nyata,” ujar Zumrotus.
Ia menuturkan bahwa cabang Maze Solving First Step menuntut peserta untuk merancang dan memprogram robot agar mampu menemukan jalan keluar dari labirin secara mandiri tanpa bantuan manusia. Robot harus membaca jalur menggunakan sensor, kemudian mengambil keputusan berdasarkan algoritma yang telah disusun melalui proses pemrograman.
“Tantangan terbesar dalam lomba ini adalah ketepatan algoritma, kestabilan sensor robot, serta tekanan waktu karena proses pemrograman dibatasi,” tambahnya.
Perwakilan tim lainnya, Alvarro Javas Arrasyidin, menyampaikan bahwa persiapan lomba dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Selama masa persiapan, tim fokus pada kesiapan perangkat dan pemrograman robot.
“Persiapan kami sekitar dua minggu. Kami menyiapkan robot dan laptop untuk coding agar robot bisa berjalan sesuai pola lintasan yang ditentukan panitia,” jelas Alvarro. Ia menambahkan bahwa lomba ini diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah di Indonesia serta beberapa negara di Asia.
Sementara itu, Najmi Kamilia Faza menjelaskan mekanisme permainan dalam lomba Maze Solving. Menurutnya, robot harus mampu mendeteksi arena dan jalur menggunakan sensor, kemudian bergerak berdasarkan perintah motor yang telah di-coding.
“Robot harus bisa mengambil keputusan sendiri. Prosesnya diulang terus sampai robot menemukan jalur yang benar dan mencapai tujuan dengan cepat dan logis,” tutur Najmi.
Dalam proses persiapan, para santri dibimbing oleh pak Iwan dan pak Gondo Siswanto. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah serta pendamping lomba turut berperan penting dalam keberhasilan tim.
Terkait adanya tiga tim yang meraih juara yang sama, Zumrotus menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan keputusan panitia dan dewan juri. “Kami sebagai peserta hanya mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Zumrotus juga mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian tersebut. “Saya sangat senang dan bangga karena ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti lomba robotika. Terima kasih kepada para pelatih, pihak sekolah, pendamping lomba, dan orang tua yang selalu mendukung,” katanya.
Selain membawa pulang trofi dan voucher dari panitia, para peserta juga mendapatkan pengalaman berharga, memperluas pertemanan, serta belajar membangun kekompakan dan kerja sama dalam tim.
Adapun santri SMP Sains Tebuireng Jombang yang berhasil meraih juara 3 Maze Solving First Step U19 adalah:
Tim pertama:
Zian Zahira Kamila Idina (7A)
Izz Zaara Batrisia Rahman (7C)
Zumrotus Sholihah (7A)
Tim kedua:
Alvarro Javas Arrasyidin (9E)
Ahsin Sabiq Furqoni (9E)
Tim ketiga:
Anindya Khairunnisa Rohman (8A)
Najmi Kamilia Faza (8C)
Aisyah Anindya Putri (8C)
Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri SMP Sains Tebuireng Jombang mampu bersaing di tingkat internasional dan menunjukkan kualitas unggul dalam bidang robotika serta teknologi.
Pewarta: Albi
Editor: Muh. Sutan


















