Peminat MA Sains Salahuddin Wahid Kesamben Melonjak, Integrasi Sains dan Al-Qur’an Jadi Magnet

66
Pelaksanaan Penerimaan Santri Baru (PSB) MA Sains Salahuddin Wahid Kesamben, Jombang, pada Ahad (21/12/2025) berlangsung sukses. Foto: Albi

Tebuireng.online- Pelaksanaan Penerimaan Santri Baru (PSB) MA Sains Salahuddin Wahid Kesamben, Jombang, pada Ahad (21/12/2025) berlangsung sukses. Madrasah yang mengusung konsep integrasi ilmu pengetahuan dan agama ini mencatatkan kenaikan jumlah pendaftar yang cukup signifikan pada gelombang pertama tahun ini.

Kepala Madrasah MA Sains Salahuddin Wahid, Ustadz Roqif, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di lembaga tersebut terus meningkat. Hal ini terlihat dari data pendaftar yang masuk ke meja panitia.

“Total pendaftar tahun ini berjumlah 51 calon santri. Rinciannya, 30 pendaftar merupakan alumni internal dan 21 lainnya berasal dari luar atau non-alumni,” kata Ustadz Roqif dalam keterangannya.

Keberhasilan pelaksanaan PSB ini tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari kenyamanan fasilitas dan pelayanan. Panitia menyediakan area parkir yang luas di dalam lingkungan pondok serta ruang ujian yang representatif guna memastikan calon santri dapat mengikuti tes seleksi dengan tenang.

“Alhamdulillah, pelaksanaan PSB kemarin berjalan lancar, sesuai jadwal. Para calon santri mengikuti proses seleksi dengan tenang dan tertib,” tuturnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Respon positif juga datang dari para orangtua. Selain mengapresiasi keramahan panitia, para wali santri terkesan dengan adanya agenda tour asrama. Fasilitas ini diberikan agar orangtua bisa melihat langsung lingkungan tempat tinggal putra-putri mereka nantinya.

“Sambutan panitia yang ramah dan agenda tour asrama menjadi pengalaman tersendiri yang membuat wali santri semakin yakin,” ujar Roqif.

Menurut Ustadz Roqif, daya tarik utama MA Sains terletak pada kurikulumnya yang khas, yaitu memadukan sains, Al-Qur’an, dan kajian kitab salaf. Kombinasi ini dinilai relevan bagi orangtua yang menginginkan anak mereka unggul secara intelektual namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pesantren.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok. “Tahun kemarin, pada gelombang pertama hanya ada sekitar 20 calon santri. Tahun ini, di gelombang pertama sudah mencapai 51 calon santri,” katanya. Ia juga menambahkan adanya fenomena menarik, “Ada tiga wali santri yang mendaftarkan anaknya ke MA Sains karena kakaknya merupakan alumni SMA Trensains.”

Ustadz Roqif berharap seluruh calon santri yang dinyatakan lolos seleksi dapat berkomitmen untuk melakukan daftar ulang dan mengikuti proses pendidikan dengan serius.

“Harapan kami, seluruh calon santri yang dinyatakan diterima nantinya melakukan daftar ulang dan melanjutkan pendidikan dengan sungguh-sungguh di MA Sains,” pungkasnya.

Suasana calon santri MA Sains Salahuddin Wahid Kesamben mengikuti serangkaian tes masuk pada Ahad (21/12/2025) . Foto: Albi

Pewarta: Albi

Editor: Muh. Sutan