
Tebuireng online– KH. Abdul Hakim Mahfudz, selaku pengasuh Pesantren Tebuireng mengudang seluruh pemenang lomba penulisan Syarah Muqaddimah Kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim ke Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng, pada 03 November 2025.
Pertemuan KH. Abdul Hakim Mahfudz dengan para pemenang lomba penulisan Syarah Muqaddimah Kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim ditemani oleh KH. Achmad Roziqi selaku Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng dan Juga Dr. Anang Firdaus, selaku wakil Mudir.
Pada pertemuan tersebut, para pemenang juara 1 baik dari Tingkat dewasa dan mahasiswa diperkenankan untuk mempresentasikan hasil temuannya langsung di hadapan KH. Abdul Hakim Mahfudz.
KH. Abdul Hakim Mahfudz, sangat senang dengan pemaparan para presentator, beliau menungkapkan bahwa memahami pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari melalui mensyarahi kitab beliau, mmemberikan kita pemahaman bahwa kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim salah satu kitab yang cukup sulit untuk dipahami.
“Jadi saya itu berpikir bahwa bagaimana mensyarai muqaddimah adabul alim wa mutaalim? Karena pada dasarnya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari itu sendiri juga kesulitan. Itu di dalam muqaddimah itu dijelaskan susah. Bagaimana sih sebetulnya adab itu? Nah, itu kemudian beliau meneruskan satu persatu bagaimana menanamkan adab. Bukan mengajarkan adab tapi menanamkan adab.” Ungkap beliau
Beliau juga menugkapkan bahwa prihal adab yang ada pada kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim tidak terlepas dari 3 pokok ajaran agama Islam, yakni Iman, Islam dan Ihsan.
“Iman, Islam dan Ihsan ini juga harus terus dilakukan bagaimana ihsan ini terus kita dorong, kita terus kita gali. Demikian juga dengan afektif ini rasa bagaimana rasa itu bisa terus ditingkatkan sehingga ini akan lebih lebih penting lebih di depan daripada syariatnya sendiri.”
KH. Achmad Roziqi turut menungkapkan bahwa kegiatan lomba syarah kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim adalah sebuah upaya untuk melestarikan dan memahami pemikiran para ulama Nusantrara.
“lomba syarah kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim adalah sebuah upaya dan proses untuk penembangan pemikiran ulama Nusantara, dan ini sangatlah tepat bagi perkuliahan di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari yang berkonsentrasi terhadap tafaqqufiddhin di pesantren.”
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Muh. Sutan


















