Semarak Hari Santri di Pesantren Preneur Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja

66
MWCNU Sokaraja bersama seluruh santri Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 saat mengikuti Apel HSN 2025 (foto: choi)

Tebuireng.online— Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sokaraja bersama Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 menggelar upacara resmi di halaman pesantren yang berlokasi di Jalan Dewa Kusuma, Desa Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta, terdiri dari perwakilan berbagai pondok pesantren sekitar Sokaraja, Fatayat NU, Muslimat NU, Ansor, Banser, serta masyarakat umum. Upacara ini menjadi puncak peringatan HSN di Pesantren Abul Djamil Tebuireng 17 yang tahun ini mengusung semangat “Santri Mandiri, Indonesia Jaya.”

Ketua MWCNU Sokaraja sekaligus pengasuh bidang kepembinaan pesantren, KH. Irchamni Masdari A.Q, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang peran besar para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Makna BATIK dalam Tradisi dan Nilai Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17

“Hari Santri adalah bentuk penghormatan terhadap kontribusi santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Kami berharap para santri terus menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat,” ujar KH. Irchamni.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Foto bersama para kepala pondok, pengurus MWCNU dan petugas Apel HSN (foto: choi)

Salah satu santri, Hilmy Alim, turut menyampaikan rasa bangganya bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Saya senang dan bangga karena dulu kami melaksanakan upacara Hari Santri di lapangan umum, sekarang bisa serentak di pesantren kami sendiri, Pondok Pesantren Abul Djamil Tebuireng 17,” ungkapnya dengan antusias.

Tidak hanya diisi dengan kegiatan upacara, peringatan Hari Santri di Pesantren Abul Djamil Tebuireng 17 juga menampilkan hasil karya para santri preneur. Mereka memamerkan berbagai produk hasil pembelajaran kewirausahaan, antara lain sayuran hidroponik seperti sawi pakcoy dan kangkung, budidaya lele, telur ayam kampung “Elba”, serta aneka hasil pertanian dan perkebunan lainnya.

Guru kewirausahaan pesantren, Bu Yesi, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembelajaran santri agar mampu mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Baca Juga: SMP Persada Insan Nusantara Tebuireng 17 Sokaraja Sukses Panen Sayur Organik Ketiga

“Kami ingin menunjukkan bahwa santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga bisa berinovasi dan berkontribusi dalam perekonomian,” ujarnya.

Pihak Pondok Pesantren Abul Djamil Tebuireng 17 berharap dapat terus melahirkan generasi santri yang berilmu, berjiwa wirausaha, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta menjunjung tinggi nasionalisme.



Pewarta: Choi, Humas Publikasi Tebuireng 17
Editor: Rara Zarary