
Tebuireng.online- RIAU – Semarak Hari Santri Nasional (HSN) turut bergema hingga di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Di sana, Pondok Pesantren Tebuireng 3 menggelar upacara peringatan HSN 2025 dengan khidmat di lapangan Yayasan Hajarun Najah Tebuireng 3 pada Rabu (22/10/25).
Upacara ini diikuti oleh Pengasuh Tebuireng 3, Abah Kyai Muhammad Mansyur S.A, S.pd, M.A.G, dan Ketua Yayasan Hajarun Najah, Kyai Ahmad Daroini. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Petalongan, Bapak Ahmad Fauzi, serta seluruh santri dan pengurus dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan yayasan, termasuk RA An-Najah, SDS 032 Petalongan, MTs An-Najah, MA An-Najah, dan SMK IT Tebuireng 3.
Dalam sambutannya, Pengasuh Tebuireng 3, Abah Kyai Muhammad Mansyur, menyampaikan empat syarat penting untuk menjadi santri Nusantara. “Syarat menjadi santri Nusantara, yaitu siap mengaji, berbudi pekerti, siap mengabdi, dan cinta NKRI,” tegas beliau.
Peringatan HSN tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi santri untuk mengembangkan potensi di berbagai bidang. Tema HSN menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sejalan dengan semboyan: “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”
Salah satu santri Tebuireng 3, Nur Khasanah, mengungkapkan apresiasinya terhadap kemeriahan acara. “Alhamdulillah pada tahun ini acaranya lebih meriah, petugasnya juga maksimal, pokoknya hari ini sangat luar biasa, dari guru sampai dengan anak didik santri itu sangat berpartisipasi,” ungkapnya.
Di masa kini, santri dituntut untuk mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemampuan modern, sehingga berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga politik. Santri diharapkan menjadi teladan dalam hal toleransi, kedamaian, dan moderasi beragama, sesuai dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.

Pewarta: Ika Safitri, Santriwati Tebuireng 3 Riau.
Editor: Muh. Sutan


















