
Tebuireng.online- Rabu (17/09/2025), Pesantren Tebuireng Jombang kedatangan rombongan tamu istimewa dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) KH. Hasyim Asy’ari Jakarta. Rombongan DKM yang berjumlah lebih dari sepuluh orang dipimpin langsung oleh Ketua DKM Dr. KH. Muhammad Abdrurrahman Shoheh beserta jajaran pengurus harian. Rombongan disambut hangat oleh keluarga besar Tebuireng di Ndalem Kasepuhan.
Ketua DKM Masjid KH. Hasyim Asy’ari Jakarta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan penuh kekeluargaan dari pihak Tebuireng. Beliau menuturkan bahwa silaturahmi ini tidak hanya sebagai kunjungan biasa, melainkan napak tilas sejarah perjuangan KH. Hasyim Asy’ari yang semangatnya terus hidup di hati umat Islam Indonesia.
Penamaan masjid besar di Jakarta, lanjutnya, dengan nama KH. Hasyim Asy’ari merupakan bentuk penghormatan dan usaha melestarikan nilai perjuangan sang ulama, sehingga silaturahmi ke Tebuireng terasa wajib untuk menguatkan ikatan spiritual dengan pesantren tempat lahirnya berbagai gagasan besar dalam dakwah Islam moderat.
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz, menyambut gembira kehadiran tamu dari Jakarta tersebut. Dalam pembicaraannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga warisan KH. Hasyim Asy’ari dengan terus menanamkan nilai ilmu, akhlak, dan perjuangan yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kiai Kikin berharap kunjungan ini membawa keberkahan serta membuka jalan kerja sama yang lebih luas dalam bidang dakwah, pendidikan, maupun pemberdayaan umat. Beliau juga menjabarkan perjuangan kiai Hasyim dalam memperjuangkan persatuan seluruh elemen masyarakat yang ada di indonesia ini agar bisa bersatu, lewat 2 buku karya beliau yang berjudul “Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia” dan “Hizb Nahdlatul Ulama’”.
“Dulu, rasa sosial dan kepedulian Kiai Hasyim kepada masyarakat sangat tinggi, terbukti ketika Kiai Hasyim mewakafkan 14 hektar sawah beliau demi memperdayakan ekonomi masyarakat. Dari segi pendidikan dan agama, di tengah kesibukan beliau, kiai Hasyim setiap hari Selasa menyempatkan untuk mengisi sekaligus membentuk Majelis Ta’lim yang ada di desa sekitar,” ungkap Ketua PWNU Jawa Timur ini.
Selain itu, Putra KH. Mahfudz Anwar ini juga menyinggung pesan ukhuwah dalam surah Ali ‘Imran ayat 103 yang artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Di akhir pertemuan, Ketua DKM KH. Hasyim Asy’ari Jakarta berharap, “Hubungan baik antara Masjid KH. Hasyim Asy’ari Jakarta dan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang semakin kokoh. Keduanya diharapkan dapat terus berkolaborasi dalam upaya melestarikan nilai perjuangan ulama, memperkuat dakwah Islam yang moderat, serta memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Setelah sesi dialog, rombongan DKM bersama keluarga besar Tebuireng melaksanakan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan dalam melanjutkan perjuangan dakwah Islam. Kegiatan ini ditutup dengan ziarah ke maqbarah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang berada di kompleks pesantren. Suasana haru dan khidmat terasa ketika rombongan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa besar beliau terhadap bangsa dan agama.
Penulis: Fatih Maulana
Editor: Muh. Sutan


















