Tasyakuran Khataman Kitab Ihya Ulumiddin, Kiai Kamuli Berpesan Ini

130
Tasyakuran Khataman Kitab Ihya’ Ulumiddin yang diampu oleh KH. Kamuli Khudori, Senin (01/09/2025). Foto: Pewarta

Tebuireng.online- Senin (01/09/2025) dilaksanakan Tasyakuran Khataman Kitab Ihya’ Ulumiddin yang diampu oleh KH. Kamuli Khudori. Pengajian ini telah berjalan rutin selama beberapa tahun, dilaksanakan setiap Rabu dan Kamis pagi pukul 06.00–07.00 WIB di Masjid Pondok Putra Pesantren Tebuireng. Sekitar 100 santri dari berbagai kalangan dan usia turut serta hadir dalam tasyakuran tersebut. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfud (Kiai Kikin).

Dalam mau‘idzahnya, Kiai Kikin menyampaikan beberapa pesan penting yang harus dipegang para santri di zaman ini.

“Kita yang di pondok, yang berpaham Ahlussunnah wal Jama‘ah memiliki motto, Al-Muhafazah ‘ala al-Qadim al-Shalih, wal-Akhdu bi al-Jadid al-Aslah. Dengan kemajuan teknologi, semakin banyak pecahan-pecahan ilmu yang selalu mengalami pembaharuan. Namun, ilmu agamalah yang manfaatnya abadi karena menjadi petunjuk kehidupan dan terus diwariskan,” kata beliau.

Beliau juga menekankan pentingnya sanad untuk menjaga orisinalitas keilmuan. Sanad ini sangat penting untuk menjaga orisinalitas keilmuan supaya bersambung sampai Rasulullah. Alhamdulillah, di Tebuireng masih melanjutkan apa yang dimulai oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy‘ari.

Pada kesempatan tersebut, KH. Kamuli Khudori juga mengijazahkan sanad Kitab Ihya Ulumiddin melalui jalur Hadratussyaikh al-‘Allamah Hasyim Asy‘ari yang tersambung hingga mu‘allif, Al-Imam Al-Ghazali.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Saya dapat ilmu dari Tebuireng, maka akan saya kembalikan untuk Tebuireng,” ucap beliau.

Kiai Kamuli berpesan kepada para santri agar melakukan riyadhoh dalam proses belajar, minimal dengan puasa Senin-Kamis dan membaca Al-Quran setiap hari. Menurut beliau, riyadhoh adalah kunci keberkahan dan kemanfaatan ilmu. Ia juga menekankan pentingnya berwudhu sebelum belajar.

Harapannya, pengajian ini dapat terus berlanjut hingga selesai juz 4, kemudian dilanjutkan ke kitab lain atau diulang kembali dari awal. Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan para guru agar terus dapat membimbing para santri dalam menuntut ilmu.


Pewarta: Fandy Akmal

Editor: Muh. Sutan