
Tebuireng.online— Tebuireng Media Group bersama Jejaring Duniasantri menggelar panggung seni dan budaya santri, dengan tema Zikir Kemerdekaan di pelataran Museum Islam KH. Hasyim Asy’ari (MINHA) Tebuireng, pada Rabu (20/8/2025) malam. Pada kesempatan tersebut Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz, selaku pengasuh Pesantren Tebuireng mengucapkan selamat untuk Harlah ke-6 tahun Jejaring Dunia Santri.
“Saya turut berbahagia dari kegiata ini yang bertanjuk Zikir Kemerdekaan dengan pementasan panggung seni dan budaya santri. Karena pada Zikir Kemerdekaan ini bertepatan pada bulan Agustus, yang mana kita juga baru saja merayakan HUT ke-80 Republik Indonesia,” ungkap Kiai Kikin di hadapan seluruh hadirin.
Baca Juga: Milad ke-6, Jejaring Dunia Santri Gelar Panggung Seni dan Budaya Santri
Di hadapan tamu undangan, Yai Kikin, merefleksikan bagaimana Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari melalui Pesantren Tebuireng sekitar 80 tahun yang lalu telah membangun jejaring terhadap hal-hal yang bersentuhan dengan masyarakat.

“Sosok Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari telah membangun jejaring kekuatan masyarakat, beliau merajut mulai diajak ajarkan bagaimana petani bercocok tanam yang baik untuk meningkatkan ekonomi kemudian diajarkan pendidikan-pendidikan agama kemudian diajarkan, dibentuklah majelis taklim di banyak tempat,” ungkap Cicit Hadratussyaikh itu.
Ketua PWNU Jawa Timur itu melanjutkan, bahwa hingga akhirnya hiduplah kegiatan sosial bangsa Indonesia dan itulah mulai menjadi satu fondasi dari bangsa ini dari masyarakat Indonesia. ini sudah kemudian mulai bangkit. Ini dari awal abad ke-20 itu. “Nah, itu dilakukan sambil membesarkan Pondok Pesantren Tebuireng,” tambah beliau.
Baca Juga: Bersama Tebuireng Media Group, Jejaring Duniasantri Gelar 3 Acara Besar di Tebuireng
Tak lupa beliau juga menugkapkan bahwa tugas kita saat ini adalah senantiasa untuk melestarikan budaya. Yang mana kita harus bisa melestarikan nilai-nilai agama tersebut diakultrasikan dengan budaya. Karena itu menjadi satu kekuatan menjadi pribadi dari bangsa ini.
KH. Abdul Hakim Mahfudz, kembali mengingatkan kepada para hadirin kususnya kepada para civitas Pesantren Tebuireng, bahwa KH. M. Hasyim Asy’ari itu banyak sekali mewariskan jejak-jejak perjuangan, salah satunya telah diabadikan melalui tulisan-tulisan beliau.
“Beliau (baca: Kiai Hasyim Asy’ari) telah mewariskan banyak sekali jejak-jejak perjuangan yang harus kita baca dari tulisan-tulisan beliau. Itu kalau kita sekarang baca jejak-jejak itu kalau kemudian ditelusuri semua merupakan perjalanan sejarah yang bisa kita strukturisasi menjadi satu sejarah yang penting.” Tutupnya.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Rara Zarary


















