Lautan Manusia di Pesantren Tebuireng malam ini hingga meluber ke jalanan. (Foto: Masnun)

tebuireng.online – Pra acara haul Gus Dur ke-7 disambut hujan lebat di kawasan Pesantren Tebuireng, akan tetapi kondisi itu tidak menyurutkan niat para pengunjung untuk tetap hadir dalam acara peringatan 7 tahun wafatnya cucu Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari tersebut, hari ini (07/01/17).

Salah satu contoh adalah kehadiran seorang warga asal Lamongan bernama Pak Bakron. Dia sangat berantusias untuk mengikuti Haul ke-7 Gus Dur tahun ini. Pria paruh baya yang hari ini sengaja hadir mengikuti Haul Gus Dur bersama keponakannya ini ke Jombang dengan mengendarai motor dari Lamongan hingga Jombang.

“Hari Minggu saya sudah ke sini sama rombongan menggunakan mobil hasil iuran dengan warga. Saya kira haulnya hari itu, tapi ternyata sekarang. Ya, saya terpaksa harus pulang, dan kembali kesini sekarang pakai motor,” ungkapnya dengan wajah sumringah.

Pak Bakron menjelaskan bahwa ia dan keponakannya berencana akan menginap di masjid terdekat jika haul hari ini selesai hingga larut malam. Selain itu, Pak Bakron juga sempat memberi komentar tentang Gus Dur kepada wartawan Tebuireng.

Menurutnya, Gus Dur adalah seorang wali sekaligus tokoh bangsa. Hal itu yang membuatnya antusias untuk mengikuti doa bersama tokoh-tokoh yang hadir pada acara malam ini. “Saya itu orang kecil, saya cuma pengen hidup menjadi lebih berkah dan diberi kesehatan karena mengikuti ulama dan sepeninggalannya,” pungkasnya sambil tersenyum lugu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Wartawan Tebuireng Online juga sempat menemui Pak Jono salah satu peziarah yang berasal dari Ciamis. ”Saya nggak tahu kalau hari ini ada haul Gus Dur,  niat awal kami justru hanya berziarah Wali Songo yang biasa diagendakan secara rutin oleh pengajian jamaah tabligh”. Walau sempat keliru waktu, ia mengaku tak merasa menyeasal, karena mengejar keberkahan Gus Dur dan para ulama.

Menurutnya, ia beserta rombongan sebenarnya ingin menunggu sampai malam untuk ikut memperingati haul Gus Dur, akan tetapi waktu sangat tidak memungkinkan dikarenakan harus tetap melanjutkan perjalanan ziarah wali.

Seperti pada haul-haul sebelumnya, walau tak dihadiri pejabat tinggi negara, ribuan pengungjung memadati area Pesantren Tebuireng dan sekitarnya. Bahkan luapan manusia memadati jalan raya walau jalan tidak jadi dialihkan oleh Satlantas Polres Jombang. Tujuh buah Giant Screen yang disediakan oleh panitia juga dipadati oleh pengunjung yang ingin mengikuti jalannya acara.


Pewarta:   Khosol Fairuz dan Nurul Fajriyah

Editor:      M. Abror Rosyidin

Publisher:  M. Abror Rosyidin