Tebuireng.online Merupakan suatu kebanggan Bapak Erick Thohir Menteri BUMN RI hadir dalam acara Maulid Nabi di Tebuireng yang bertema “Sudahi Rebahan Wujudkan Perubahan” pada Sabtu (27/11/2021). Dalam acara Maulid Nabi yang diadakan BEM Unhasy tersebut, Bapak Erick Thohir banyak memaparkan kunci menuju sukses.

Beliau mengungkapkan, bahwa setiap orang memiliki kunci suksesnya masing-masing. Beliau yang berhasil memangku jabatan sebagai Menteri BUMN ini mengaku banyak belajar kunci sukses dari Almarhum ayahandanya tak lain yakni H. Muhammad Thohir dan juga dari ibundanya. Menurut kisah dari dari Pak Erick, ayahanda beliau sudah menjadi pribadi yang mandiri dan gigih ketika menapaki umur 10 tahun, yang di mana pada saat itu ayahanda beliau sudah mulai bekerja dan merantau sembari melanjutkan jenjang pendidikannya.

Dari figur kedua orangtuanya itulah karakter Bapak Erick ini terbentuk. “Ayah saya menyampaikan beberapa poin kunci untuk menuju sukses di antaranya adalah, pertama, kalau mau dihargai orang lain bukan karena uang, akan tetapi karena kemampuan kita. Kedua, kalau diberikan amanah kerjakan sebaik mungkin, apabila hasilnya tidak maksimal, setidaknya niat kita sudah melakukan yang terbaik. Ketiga, apabila memiliki sesuatu yang lebih maka harus berbagi,” ujarnya.

Tiga poin tersebut menjadi kunci pegangan Erick Thohir menuju jalan yang sukses, ketika beliau dewasa, Bapak Erik Thohir menambahkan selain tiga poin awal yaitu, “Kita sukses bukan karena kita sendiri, sukses itu karena adanya tim yang mendukung kita. Kesempatan tidak datang 2 kali, selalu ada risiko. Menjadi tokoh atau  pahlawan tidak dapat diwujudkan hanya melalui rebahan, tetapi di dalamnya juga terdapat perjuangan,” tutur pengusaha dan filantropis Indonesia ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain itu, ia juga mengungkapkan saat ini kita sedang menghadapi distruksi yang luar biasa, baik dari digital, kesehatan dan lain-lain itulah yang menjadi beban sosial yang sedang dialami oleh negara kita saat ini dari masa ke masa. “Oleh karena itu, masa depan bangsa dan negara ada pada generasi pemudanya. Allah SWT banyak memberikan pemikiran, hasil karya dan lain-lain, akan tetapi Allah SWT tidak bisa memberikan umur, karena umur itu adalah rahasia Allah. Maka keberlanjutan harus tetap terjadi. Kita harus punya generasi penerus tokoh-tokoh inspiratif tersebut,” imbuhnya.

Beliau berpesan, pola pikir harus diubah, jangan menjadi generasi yang tidak mempunyai jiwa nasionalisme, jangan menjadi generasi yang hanya mengeluh, jangan menjadi generasi muda yang hanya konsumtif, generasi Indonesia harus menjadi generasi yang produktif dan mampu menjaga market dan produk kita (Indonesia). “Pesantren adalah mercusuar peradaban, karena di pesantren tidak hanya diajarkan akhlak tapi juga diajarkan untuk berkarya, di universitas tidak hanya diajarkan perkembangan pemikiran akan tetapi juga menjadi pusat daripada pergerakan. Dan hal itu merupakan hal yang positif bukan negative,” pungkasnya.

Pewarta: Naila

SebelumnyaGus Miftah: Tunjukkan Prestasimu dengan Karya
BerikutnyaKunjungan Keagamaan FMKI ke Pesantren Tebuireng