Oleh: Almara Sukma*

Al-Quran merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui perantara malaikat Jibril. Al-Quran merupakan sumber hukum pertama dalam agama Islam. Al-Quran mengandung banyak pokok ajaran yang bisa mengatur kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari al-Quran merupakan pondasi dalam berbuat.

Di dalam al-Quran juga dijelaskan akan akhlak yang mulia, sebagaimana akhlak Nabi Muhammad Saw. adalah al-Quran. Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita mendengar ungkapan “Dia seorang penghafal al-Quran, akan tetapi akhlaknya tidak mencerminkan al-Quran”. Sebenarnya hal tersebut terdengar menyakitkan, akan tetapi dalam al-Quran sudah dijelaskan bahwa orang yang mengamalkan al-Quran ada bermacam-macam, belum tentu semua penghafal al-Quran bisa mempunyai akhlak sebagaimana tercantum dalam al-Quran.

ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَا ۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٌ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٌ وَمِنۡهُمۡ سَابِقٌ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (QS. Fatir 35: Ayat 32)

Yang dimaksud orang yang dipilih adalah orang Islam yakni, umat Nabi Muhammad Saw. Hal ini yang menjadi alasan disebutnya umat Nabi Muhammad Saw. sebagai Umatur-Risalah, yaitu umat yang telah memikul risalah. Tentu saja yang diwariskan itu ialah artinya, pemahamannya, isi kandungannya, ilmu-ilmunya, hukum-hukumnya, dan pokok ajaran akidahnya.

Dalam mengamalkan isi al-Quran, umat Nabi Muhammad SAW terbagi menjadi tiga golongan:

Pertama, orang yang menzalimi diri sendiri. Dia adalah orang yang melalaikan sebagian dari pekerjaan yang diwajibkan atasnya dan mengerjakan sebagian dari hal-hal yang diharamkan.

Kedua, orang yang pertengahan. Dia adalah orang yang menunaikan hal-hal yang diwajibkan atas dirinya dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan, tetapi adakalanya dia meninggalkan sebagian dari hal-hal yang disunatkan dan mengerjakan sebagian dari hal-hal yang dimakruhkan.

Ketiga, orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Dia adalah orang yang mengerjakan semua kewajiban dan hal-hal yang disunatkan, juga meninggalkan semua hal yang diharamkan, yang dimakruhkan, dan sebagian hal yang diperbolehkan.

Jadi apabila ada orang yang sudah diwarisi al-Quran, ada penghafal al-Quran yang akhlaknya tidak sesuai dengan al-Quran kita tidak perlu mempermasalahkan, karena hal yang sedemikian ini sudah dijelaskan dalam al-Quran, bahwa tidak semua yang diwarisi al-Quran bisa mengamalkan al-Quran.

Semoga kita bisa menjadi golongan orang-orang yang diwarisi al-Quran dan bisa mengamalkan apa yang ada di dalam al-Quran. Meskipun kita tidak bisa mengamalkan semuanya, akan tetapi kalau kita mau berusaha kita in sya Allah bisa mengamalkan sebagian kecil darinya.

SebelumnyaPesantren Tebuireng Raih Penghargaan Pondok Peduli Kesehatan Lingkungan
BerikutnyaApa itu Self Love? Buat Hidupmu Lebih Bermakna