Tebuireng.online- Lansia Sehat Keluarga Bahagia menjadi salah satu rangkaian acara dalam rangka 76 Tahun Resolusi Jihad. Acara yang diikuti oleh lansia di lingkungan Pesantren Tebuireng dan sekitarnya. Bertempat di halaman Puskestren (Pusat Kesehatan Pesantren) Tebuireng, acara berlangsung tertib dan ramai, Rabu (27/10/2021). Dokter Desi salah seorang dokter gigi menyampaikan penyuluhan kesehatan kepada peserta acara ini.

“Kebanyakan berdasarkan fakta yang sudah saya temukan bahwa gigi dinomorduakan, periksa gigi hanya dilakukan ketika sakit gigi saja,” ungkap Dokter Desi.

Dokter gigi ini menjelaskan bahwa bahwa salah satu fungsi dari gigi adalah untuk mengunyah makanan. Apabila tidak ada gigi, otomatis tidak akan bisa mengunyah makanan dan hanya bisa memakan makanan yang lembut-lembut seperti bubur saja. Karena apabila kita memasukkan makanan tidak lumat ke dalam mulut akan memberikan efek pada lambung, makanan tersebut akan membuat lambung bekerja lebih keras. Kebanyakan penyakit pada umumnya yang terjadi adalah penyakit pada lambung. Salah satu faktor penyakit pada lambung ini adalah makanan yang keras langsung ditelan tanpa dikunyah terlebih dahulu, kemudian masuk ke lambung, lambung bekerja keras untuk mengunyahnya dan akhirnya lambung capek.

Bu Desi ingin mengubah pola pikir peserta bahwa gigi itu penting. Jangan sampai dinomorduakan atau dinomor 100-kan. Apabila gigi sudah copot, maka biarkanlah yang sudah copot dan jagalah yang masih tersisa. Menjaga kesehatan gigi dan mulut sebenarnya tidak mahal, cukup dengan periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali tujuannya untuk mencegah. Apabila orang ke dokter gigi ketika ia sakit gigi ini merupakan hal yang telat, kalau gigi sudah sakit berarti sudah parah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Gigi merupakan komponen tubuh yang paling kuat dibandingkan dengan tulang. Contohnya, ada kasus orang terbakar, ia bisa diketahui bahwa ia adalah si A dari giginya, karena giginya tidak bisa terbakar sama sekali. Tapi walaupun gigi lebih keras daripada tulang saat ia sudah berlubang ia tidak bisa kembali lagi seperti semula, karena lubang gigi tersebut tidak bisa tertutup kembali. Maka butuh pencegahan dengan datang ke dokter gigi, meminta dokter untuk menambal. Selain itu cara untuk mencegah sakit gigi sebagai berikut:

Merubah pola pikir

Rubah pola pikir bahwa gigi itu penting dan harus dirawat. Gigi harus diperiksakan ke dokter gigi selama 6 bulan sekali, jangan sampai gigi sudah sakit baru pergi ke dokter gigi.

Sikat Gigi

Sikat gigi yang benar yaitu pada waktu pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur. Sikat gigi pada malam hari sebelum tidur perlu dilakukan, karena apabila pada siang hari mulut kita melakukan banyak aktivitas, saat kita makan, saat kita berbicara otot pipi dan otot bibir membersihkan gigi. Saat kita beraktivitas, air ludah kita keluar ini juga bisa membersihkan gigi.

Sedangkan pada malam hari mulut kita tidak beraktivitas, tidak makan dan tidak berbicara jadinya mulut kita kotor. Sedangkan bakteri di dalam rongga mulut terus beraktivitas. Makanya kerusakan gigi terjadi lebih cepat ketika sedang tidur, makanya dianjurkan sebelum tidur malam untuk gosok gigi terlebih dahulu.

Adapun cara sikat gigi yang benar adalah semua permukaan disikat, prinsip menyikat gigi bukanlah keras-keras akan tetapi tekanannya lembut tapi durasinya lama, setiap sisi idealnya 8 detik. Menyikat gigi bagian depan, atas, bawah, dilakukan dengan cara menyikat gigi dari atas ke bawah kenakan gusi dan jangan keras-keras, sikat gigi yang dipilih yang bulunya lembut. Menyikat gigi bagian samping dilakukan dengan cara melingkar menyikatnya, pelan-pelan dan durasinya yang lama. Menyikat gigi di bagian untuk mengunyah, disikatnya depan belakang terutama gigi geraham. Untuk bagian dalam cara menyikatnya di congkel keluar, karena di situ terdapat otot lidah dan sisa-sisa makanan banyak di situ.

Dan yang paling penting adalah lidah. Lidah disikat tidak apa-apa, dalam lidah ada tonjol kecil-kecil, di situ terdapat sisa makanan yang bisa menyebabkan bau mulut.

Berkumur-kumur

Berkumur-kumur cukup dengan menggunakan air putih biasa. Apabila saat makan minumnya es teh, es jeruk, es kencur atau apapun itu dikasih gerakan kumurnya, kemudian ditelan tidak apa-apa jangan takut kotor. Jadi kalau kita kumur-kumur bakteri masuk ke lambung, dan bakteri mati di lambung.


Pewarta: Almara Sukma Prasintia

SebelumnyaSemarak HSN, Puskestren Bantu Pengobatan Gratis bagi Lansia
BerikutnyaSukses! Lansia Sehat Keluarga Bahagia